Musran-Musanran Selesai, PDIP Trenggalek Siap Hadapi 2027

Jakarta, Maret.id — DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek telah menyelesaikan Musran-Musanran di 152 desa. Langkah ini diambil untuk menyiapkan pengurus baru menjelang agenda politik 2027-2029.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi, menjelaskan bahwa seluruh tahapan Musran-Musanran telah rampung sesuai target. Pelaksanaan berlangsung dari 23 hingga 29 Juli 2026 dan berhasil membentuk struktur kepengurusan baru di seluruh desa.
“Sudah beres semua. Bahkan, kami menyebut cepat karena sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Nah, kini tinggal melakukan konsolidasi lagi,” kata Doding, Rabu (12/8/2026).
Doding menambahkan, sebanyak 152 desa di 14 kecamatan telah membentuk kepengurusan ranting yang memenuhi komposisi sesuai ketentuan organisasi. Keterwakilan generasi muda dan perempuan juga diperhatikan dalam struktur yang baru dibentuk.
Ia memberikan apresiasi terhadap proses penjaringan yang dianggap berhasil menerjemahkan kebijakan partai terkait regenerasi dan keterwakilan perempuan hingga tingkat akar rumput. “Ini yang kami apresiasi. Ternyata sosialisasi dalam bentuk penjaringan, soal generasi muda dan keterwakilan perempuan dilaksanakan dengan baik. Semuanya ada dalam kepengurusan,” imbuh Doding.
Sesuai regulasi, kepengurusan ranting harus terdiri dari tujuh orang. Jumlah tersebut minimal mencakup tiga perempuan dan tiga kader muda berusia maksimal 35 tahun, serta satu kader muda perempuan di posisi ketua, sekretaris, atau bendahara. Kepengurusan anak ranting terdiri dari tiga orang dengan setiap desa minimal memiliki dua anak ranting.
“Keterwakilan perempuan ada semua,” tegas Doding.
Dengan terbentuknya struktur baru, DPC akan melakukan konsolidasi melalui PAC masing-masing. Hal ini penting untuk memperkuat pemahaman pengurus terhadap visi, misi, serta tugas dan tanggung jawab organisasi.
Doding mengungkapkan bahwa beberapa agenda politik sudah menanti, termasuk pemilihan kepala desa pada 2027. Ia meminta seluruh kader untuk memastikan pelaksanaan pesta demokrasi di tingkat desa berjalan sesuai regulasi.
“Banyak agenda. Mulai 2027, 2028 hingga 2029 nanti. Makanya, PAC-PAC kami instruksikan untuk terus memantapkan roda organisasi di desa dan dusun,” pungkasnya.
Dengan selesainya Musran-Musanran, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek kini memfokuskan perhatian pada penguatan organisasi, regenerasi kader, serta konsolidasi struktur hingga tingkat paling bawah untuk menghadapi dinamika politik dalam beberapa tahun mendatang.





