Hafalan Al

Jakarta, Maret.id — Kementerian Agama Republik Indonesia angkat bicara terkait insiden penggunaan hafalan Al-Qur’an sebagai tantangan yang berhadiah minuman keras dalam festival musik The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara.
Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar menegaskan bahwa hafalan Al-Qur’an seharusnya dianggap sebagai proses pendidikan dalam pembentukan karakter. “Hafalan Al-Qur’an itu bagian dari proses pendidikan, pembentukan karakter, dan kecintaan kepada nilai-nilai agama,” kata Gugun.
Dia menambahkan, perbuatan mengkomersialisasi hafalan yang sakral ini sangat disayangkan. “Miris sekali kalau hafalan Al-Qur’an dijadikan bahan challenge untuk mendapatkan minuman keras,” ungkap Gugun.
Selanjutnya, Gugun menekankan bahwa hal-hal sakral seperti ini tidak seharusnya terjadi di berbagai acara. “Jangan sampai sesuatu yang sakral dan mendidik justru diperlakukan sebagai bahan permainan atau sekadar hiburan,” sambungnya.
Kehebohan di media sosial juga dipicu oleh munculnya potongan video yang memperlihatkan promosi minuman keras gratis selama festival berlangsung. Di depan stand Newport, salah satu sponsor, terlihat penjual dan pembawa acara menantang pengunjung yang mampu menghafal surat Ad Dhuha untuk mendapatkan minuman keras secara gratis.





