Politik

Anggaran Terbatas, Fery Dorong Inovasi Ekonomi di Madiun

Jakarta, Maret.id — Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Fery Sudarsono, mendorong pemerintah daerah untuk terus berinovasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi meskipun anggaran terbatas. Stabilitas ekonomi, menurutnya, merupakan kebutuhan utama masyarakat yang tidak boleh terhambat oleh keterbatasan fiskal.

Pernyataan tersebut disampaikan Fery usai mengikuti Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Madiun. Agenda rapat itu adalah mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Fery menilai bahwa pidato Presiden Prabowo Subianto mencerminkan kinerja dan capaian pemerintah selama setahun terakhir. Beragam program strategis, seperti penguatan BUMN dan koperasi, diulas dalam pidato tersebut.

Namun, legislator dari PDI Perjuangan itu mengingatkan bahwa capaian pusat perlu diterjemahkan sesuai kondisi daerah masing-masing. “Yang perlu dilihat adalah bagaimana implementasi dan kondisi di masing-masing daerah. Untuk Kabupaten Madiun, tentu pemerintah daerah dan masyarakat yang lebih memahami kondisi serta kebutuhan di wilayahnya,” tutur Fery.

Fery melanjutkan, saat ini kondisi ekonomi menjadi perhatian utama masyarakat. Masyarakat membutuhkan kepastian agar aktivitas ekonomi berjalan stabil dan memberikan ruang bagi peningkatan kesejahteraan. “Masyarakat Indonesia, khususnya di Kabupaten Madiun, sebenarnya menginginkan satu hal, yaitu kestabilan ekonomi,” tegasnya.

Karena itu, Fery mengingatkan pemerintah Kabupaten Madiun untuk tidak hanya mengandalkan tambahan anggaran dalam menggerakkan ekonomi. Dia mengusulkan agar pemerintah daerah mencari berbagai peluang dan inovasi yang dapat meningkatkan aktivitas ekonomi sesuai dengan kemampuan fiskal yang ada.

Tantangan semakin besar, tegasnya, karena anggaran transfer dari pemerintah pusat mengalami pengurangan. Sementara itu, kemampuan Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga harus menjadi pertimbangan dalam menentukan program pembangunan. “Seberapa keras pun kita berupaya, anggaran dari pemerintah pusat saat ini juga mengalami pengurangan. Di sisi lain, kita juga harus melihat kemampuan PAD,” ujarnya.

Selain stabilitas ekonomi, Fery menggarisbawahi pentingnya ketahanan pangan yang menjadi perhatian pemerintah pusat. Ia percaya bahwa Kabupaten Madiun memiliki modal kuat karena sektor pertanian mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

“Kalau Indonesia dinilai sudah mencapai swasembada pangan, sebenarnya kita sudah mampu memenuhi kebutuhan pangan sejak dulu. Untuk Kabupaten Madiun sendiri, swasembada pangan juga sudah lama kita jalankan,” jelas Fery.

Dia menegaskan bahwa potensi sektor pertanian harus terus diperkuat dan dikembangkan. Hal ini penting untuk tidak hanya menjaga ketahanan pangan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Fery juga menilai bahwa sektor-sektor yang menjadi kekuatan daerah harus terus dioptimalkan untuk menciptakan aktivitas ekonomi, terutama dalam kondisi fiskal yang semakin terbatas. Kebijakan pembangunan daerah, imbuhnya, harus tetap berpijak pada kebutuhan masyarakat dan kapasitas keuangan daerah.

Dengan anggaran yang terbatas, pemerintah daerah dituntut untuk lebih kreatif dalam mencari sumber pertumbuhan ekonomi tanpa mengabaikan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button