Politik

GBNI Dukung Program Kerakyatan Prabowo untuk Indonesia Maju

Jakarta, Maret.id — Gerakan Bela Negara Indonesia (GBNI) mengukuhkan komitmennya dalam memperkuat nilai-nilai bela negara di tengah era yang semakin kompleks. Hal ini ditegaskan melalui pelantikan pengurus baru dan serangkaian acara seperti Focus Group Discussion (FGD) dan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) yang berlangsung di Kampus Bela Negara UPN Veteran Jakarta (UPNVJ).

Dengan tema “Dilantik, Berdiskusi, Bekerja”, kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi GBNI untuk memperkuat posisinya sebagai mitra pemerintah dalam menjunjung nilai-nilai bela negara, terutama dalam konteks pendidikan karakter.

Kepala Pusat Bela Negara Bacadnas, Brigjen TNI Parluhutan Marpaung, mewakili Kementerian Pertahanan RI, mengapresiasi peran aktif GBNI. “Konsep bela negara perlu terus disesuaikan dengan perkembangan zaman, terutama menghadapi ancaman hibrida yang semakin multidimensi,” kata Brigjen Marpaung.

Prof. Dr. Anter Venus, Ketua Dewan Pembina GBNI dan Rektor UPNVJ, menyatakan bahwa GBNI kini memasuki tahap fungsional penuh dalam mendukung pendidikan karakter bangsa. Ia meminta agar kurikulum dibuat lebih adaptif dan sinergi dengan pemerintah daerah dikuatkan.

Dr. H. Abu Hasan, Ketua Umum DPP GBNI terpilih, menegaskan bahwa kepengurusannya akan segera bekerja. “Kami tidak mengenal istilah purna bakti,” imbuhnya. Dia menekankan perlunya konsolidasi dan kolaborasi agar agenda bela negara dapat dijangkau lebih luas oleh masyarakat.

Dukungan terhadap kiprah GBNI juga datang dari Sekretaris Jenderal Jaga Republik Indonesia (JARI), Andrianto. Menurutnya, GBNI memiliki basis akademis yang kuat sehingga dapat mendukung program pemerintah dan menjamin kondusivitas ruang publik. “Tanpa organisasi yang solid seperti ini, agenda kerakyatan Presiden seperti Makan Bergizi Gratis akan sulit dilaksanakan,” tegas Andrianto.

Dia juga yakin GBNI bisa memberikan edukasi di masyarakat untuk melawan penyebaran hoaks. “GBNI mampu mengedukasi rakyat di akar rumput, sekaligus menjadi garda terdepan dalam melawan hoaks,” tutup Andrianto.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button