Musran Tuntas, PDIP Blitar Targetkan 22 Kursi di Pemilu 2029

Jakarta, Maret.id — DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar telah menyelesaikan Musyawarah Ranting (Musran) yang bertujuan untuk memperkuat struktur partai. Dengan ini, partai menargetkan untuk memperoleh 22 kursi DPRD pada Pemilu 2029 mendatang.
Penutupan Musran dilaksanakan di Rumah Aspirasi milik Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar, Supriadi, pada Minggu malam. Kegiatan ini juga dihelat secara serentak di beberapa tempat lain di Kabupaten Blitar.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar, Guntur Wahono, mengungkapkan pentingnya kegiatan ini sebagai pijakan untuk memperkuat mesin organisasi hingga ke tingkat paling bawah. “Alhamdulillah malam ini kita menuntaskan kegiatan Musyawarah Ranting PDIP se-Kabupaten Blitar. Semuanya berjalan luar biasa dan kompak,” ujar Guntur.
Guntur menegaskan bahwa konsolidasi tidak akan berhenti Setelah kepengurusan ranting terbentuk. DPC berencana melanjutkan penguatan struktur hingga ke tingkat dusun sebagai persiapan menghadapi agenda politik di masa mendatang.
Target 22 kursi ditetapkan bukan sekadar untuk mempertahankan posisi sebelumnya. “Target kita ke depan bisa meraih 22 kursi, dengan harapan setiap kecamatan minimal ada satu kursi,” imbuhnya.
Dia menjelaskan bahwa pencapaian tersebut memerlukan upaya organisasi yang terukur dan konsisten. Setiap struktur, mulai dari DPC, PAC, ranting, hingga anak ranting, harus bersinergi dalam konsolidasi ini.
Guntur juga merinci bahwa Kecamatan Srengat, dengan 16 ranting, dipandang memiliki potensi politik yang besar. Dengan penguatan struktur di daerah tersebut, diharapkan capaian keterwakilan kader di DPRD Kabupaten Blitar dapat ditingkatkan.
Selanjutnya, Guntur mengungkapkan pentingnya pembentukan kepengurusan di tingkat dusun di seluruh Kabupaten Blitar. DPC tengah merencanakan pembekalan bagi struktur tersebut pada tahun 2027.
“Kita ingin struktur ini benar-benar hidup dan bekerja. Konsolidasi tidak boleh berhenti hanya karena Musran sudah selesai,” tegas Guntur.
Proses Musran juga menunjukkan adanya partisipasi yang meningkat dari kader muda dalam struktur partai. Guntur menjelaskan bahwa regenerasi adalah kunci penting untuk menjaga kesinambungan organisasi dan menjangkau kelompok pemilih yang lebih muda.
“Generasi tua tetap membimbing generasi muda agar organisasi ini bisa berjalan dengan baik sesuai harapan kita semua,” tuturnya.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar, Supriadi, menekankan bahwa Musran merupakan bagian penting dari mekanisme organisasi. Ia berharap kepengurusan baru dapat menjadi lahan untuk melahirkan kader-kader muda yang loyal dan berkemampuan tinggi.
“Harapan kita dengan adanya Musran ini bisa mencetak kader-kader muda, terutama yang loyal kepada partai dan mampu membawa kebesaran PDI Perjuangan di Kabupaten Blitar,” ujar Supriadi, yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Blitar.
Dengan selesainya Musran di seluruh Kabupaten Blitar, konsolidasi kini berpindah ke tahap berikutnya. Struktur di tingkat dusun akan diperkuat, kader muda dipersiapkan, dan komunikasi politik akan diperluas.
Bagi PDI Perjuangan Kabupaten Blitar, target 22 kursi pada Pemilu 2029 bukan hanya sekadar angka. Target tersebut kini mulai dikerjakan dari bawah, dari ranting hingga ke dusun.





