Politik

Amithya Ingatkan Generasi Muda Pentingnya Jati Diri Digital

Jakarta, Maret.id — Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, mengingatkan masyarakat agar tetap mempertahankan jati diri bangsa di tengah pengaruh budaya asing yang semakin kuat. Menurutnya, momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI harus menjadi pengingat untuk memperkuat rasa nasionalisme dan memahami sejarah perjuangan bangsa.

Amithya menilai perkembangan teknologi dan media sosial membawa tantangan tersendiri bagi generasi muda. Budaya dari negara lain dengan mudah masuk ke dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Ia mendorong pemanfaatan teknologi untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan. “Kemerdekaan bukan soal ikut-ikutan tren luar. Semangatnya adalah menjaga jati diri bangsa dengan mengutamakan Merah Putih sebagai lambang persatuan,” kata Amithya.

Politisi PDI Perjuangan tersebut menekankan bahwa pengibaran bendera Merah Putih tidak boleh dianggap sekadar tradisi tahunan. Di balik simbol tersebut terdapat sejarah panjang perjuangan yang harus terus diwariskan kepada generasi penerus.

Ia meminta generasi muda untuk menggunakan ruang digital sebagai sarana menyebarluaskan konten positif tentang Indonesia, sejarah perjuangan, budaya, dan nilai-nilai kebangsaan. “Anak-anak muda bisa menggunakan media sosial untuk menyebarkan semangat nasionalisme, bukan sekadar mengikuti arus budaya asing. Itu jauh lebih relevan dengan peringatan kemerdekaan,” tegasnya.

Amithya juga menyoroti pentingnya pendidikan sejarah sejak dini. Menurutnya, pemahaman tentang perjalanan bangsa menjadi fondasi agar generasi muda memahami bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini tidak diperoleh dengan mudah.

Ia mendorong lembaga pendidikan memberikan ruang yang cukup bagi pembelajaran sejarah dan nilai perjuangan para pahlawan. “Kalau anak-anak dibiasakan memahami bagaimana bangsa ini lahir, mereka akan lebih menghargai arti merdeka,” jelasnya.

Dengan memahami sejarah, generasi muda diharapkan tidak mudah kehilangan arah saat menghadapi perubahan zaman. Di tengah arus globalisasi, keterbukaan informasi sulit dihindari. Namun, hal ini harus diimbangi dengan kemampuan untuk memilih dan menyaring berbagai pengaruh yang masuk.

Literasi digital dan literasi sejarah perlu ditingkatkan secara bersamaan. Generasi muda tidak hanya harus cakap menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki pijakan nilai saat memanfaatkannya.

Selain pendidikan sejarah dan pemanfaatan media sosial, Amithya mengajak masyarakat untuk mempertahankan tradisi gotong royong sebagai bagian dari karakter bangsa. Menurutnya, kegiatan sederhana di lingkungan dapat menjadi ruang untuk membangun kembali kebersamaan.

“Kegiatan yang sederhana seperti lomba 17-an bisa jadi sarana efektif menumbuhkan rasa persatuan dan cinta tanah air,” pungkasnya.

Bagi Amithya, merawat kemerdekaan tidak berhenti pada seremoni setiap Agustus. Kemerdekaan harus tercermin dalam perilaku sehari-hari: mengenal sejarah, menjaga persatuan, mencintai identitas bangsa, dan menggunakan kemajuan teknologi untuk kebaikan bersama.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button