Politik

Keturunan Ki Ronggo Selenggarakan Tasyakuran HUT RI di Makam

Jakarta, Maret.id — Tanggal 17 Agustus memiliki makna penting bagi Kabupaten Bondowoso. Tidak hanya sebagai Hari Kemerdekaan RI, tanggal ini juga menandai pelantikan penguasa pertama Bondowoso, Ki Ronggo, pada tahun 1819, 126 tahun sebelum Indonesia merdeka.

Keturunan Ki Ronggo, Sinung Sudrajad, memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan Hari Jadi ke-207 Bondowoso dengan tasyakuran di kompleks makam Ki Ronggo, Kelurahan Sekarputih, Kecamatan Tegalampel, pada Senin (17/8/2026). Acara ini dihadiri oleh jajaran DPC PDI Perjuangan Bondowoso dan diisi dengan doa, pembacaan Yasin, tahlil, serta ziarah ke makam.

Ketua Ikatan Keluarga Besar Ki Ronggo, Supriyadi, menegaskan bahwa hubungan antara tanggal pelantikan Ki Ronggo dan kemerdekaan Indonesia merupakan cerita yang diwariskan dalam keluarga. “Ki Ronggo dilantik sebagai penguasa wilayah pada 17 Agustus 1819, sedangkan Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945. Jaraknya 126 tahun,” sambung Supriyadi.

Dia juga menjelaskan bahwa Ki Ronggo menjalani tirakat selama 41 hari sebelum dilantik. Supriyadi mengaitkan angka 17 dengan jumlah rakaat salat wajib serta 17 Ramadan, tetapi menegaskan bahwa ini bukan untuk mengesankan adanya hubungan langsung antara kedua peristiwa tersebut. “Saya bukan mengatakan Bung Karno menjiplak. Tidak. Mungkin Bung Karno juga ahli tirakat dan mendapat petunjuk. Jadi, mungkin memang ada persamaan,” tegasnya.

Sinung Sudrajad menambahkan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni. “Harjabo yang ke-207 ini mari kita jadikan sebagai batu loncatan untuk lebih bersinergi memajukan Kabupaten Bondowoso,” kata Sinung.

Ketua DPC PDI Perjuangan Bondowoso itu menyatakan pentingnya sejarah Ki Ronggo dalam proses pembangunan di daerah tersebut. “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya,” ujar Sinung.

Dia juga berharap pemerintah daerah dapat memperkuat sinergi dengan masyarakat untuk mengoptimalkan potensi yang ada demi kesejahteraan. “Harapannya Pemkab Bondowoso bisa lebih bersinergi, bisa lebih memaksimalkan potensi yang dimiliki untuk kesejahteraan rakyat,” imbuhnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button