Baguna PDIP Jatim Luncurkan Posko Kemanusiaan di Muktamar NU

Jakarta, Maret.id — DPD PDI Perjuangan Jawa Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) telah membuka posko layanan kemanusiaan di Tambakberas, Jombang, selama pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) pada 27–31 Agustus 2026.
Posko tersebut didirikan sebagai bentuk pelayanan dan penghormatan kepada kiai, muktamirin, serta warga nahdliyin yang menghadiri forum tersebut. Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana, Kesehatan, Perempuan dan Anak DPD PDI Perjuangan Jatim, Rudi Afianto, menyatakan bahwa kehadiran posko ini merupakan ungkapan sukacita dan gotong royong keluarga besar PDIP Jatim.
“Ini bentuk pelayanan dan penghormatan kami kepada para kiai, muktamirin, dan seluruh warga nahdliyin yang datang ke Jombang,” kata Rudi. Menurutnya, Jombang memiliki posisi yang istimewa sebagai tuan rumah Muktamar NU.
Ia juga menekankan bahwa forum ini diadakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, yang sangat bersejarah bagi NU. Pesantren ini didirikan oleh KH Abdul Wahab Chasbullah, salah satu pendiri NU. “Kami keluarga besar PDI Perjuangan Jawa Timur merasa terhormat menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 NU,” imbuhnya.
Rudi menegaskan bahwa pendirian posko didasari oleh semangat pengabdian dan gotong royong. Baguna berkomitmen untuk memastikan akses layanan kemanusiaan bagi para peserta dan masyarakat selama kegiatan Muktamar berlangsung.
Posko akan berlokasi di area strategis sekitar Tambakberas. Layanan yang tersedia antara lain tempat beristirahat, pemeriksaan kesehatan ringan, layanan pijat, serta makanan ringan dan minuman gratis. Fasilitas ini disiapkan mengingat rangkaian Muktamar yang padat dengan ribuan peserta.
“Semangat kami adalah khidmat dan gotong royong. Jombang menjadi tuan rumah, maka sebagai bagian dari masyarakat Jawa Timur kami juga ingin menjadi tuan rumah yang baik,” jelas Rudi.
Ia berharap Muktamar ke-35 NU berjalan dengan baik dan menghasilkan keputusan yang bermanfaat bagi umat dan bangsa. Rudi juga menekankan pentingnya momentum ini dalam memperkuat ukhuwah dan persaudaraan nasional.
“Baguna pada dasarnya dibentuk untuk menjalankan kerja-kerja kemanusiaan dan pelayanan masyarakat. Jadi tidak hanya hadir ketika terjadi bencana,” tutupnya.





