Kiai Marsudi Dinilai Mampu Majukan NU Tanpa Kehilangan Jati Diri

Jakarta, Maret.id — Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Marsudi Syuhud diakui sebagai ulama yang memiliki integritas dalam memadukan nilai-nilai keislaman, pengalaman organisasi, serta ekonomi syariah.
Beliau juga aktif dalam hubungan antaragama dan menunjukkan komitmen terhadap kebangsaan. Dalam berbagai pernyataannya, Kiai Marsudi mengingatkan bahwa kemajuan harus memperhatikan nilai-nilai dan jati diri bangsa. “Kemajuan tidak berarti meninggalkan nilai dan jati diri, melainkan menghadirkan nilai agama, kebangsaan, dan kemanusiaan untuk menjawab tantangan zaman,” tutur Kiai Marsudi.
Kader Nahdlatul Ulama (NU) Amrullah menegaskan pengalaman Kiai Marsudi yang luas, tidak hanya di tingkat nasional. Mantan Sekretaris Jenderal PBNU tersebut dikenal aktif terlibat dalam berbagai forum perdamaian dan dialog antaragama internasional.
Amrullah menyebut Kiai Marsudi pernah menjadi pembicara di negara-negara seperti India, Filipina, Italia, Amerika Serikat, Vatikan, dan Singapura. “Kiprah tersebut memperkuat perannya dalam membangun dialog lintas agama, memperkuat toleransi, dan mendorong perdamaian di tengah dinamika global,” kata Amrullah.
Atas pengabdian dan dedikasinya, Kiai Marsudi telah menerima beberapa penghargaan, termasuk Global Peace Interfaith Leader Award 2014, Moslem Choice Award 2020, dan Main Cooperation Driving Figure Award 2022. “Dengan pengalaman di bidang keulamaan, organisasi, ekonomi syariah, hubungan antaragama, dan diplomasi perdamaian internasional, Kiai Marsudi Syuhud memiliki kapasitas untuk terus memberikan kontribusi bagi umat dan bangsa,” imbuh Amrullah.
Amrullah juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang seimbang antara nilai agama, kebangsaan, kemajuan ekonomi, dan keterbukaan terhadap dunia internasional dalam menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045. “Dari NU untuk umat. Bersama Indonesia maju menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Amrullah.





