BNPB Pastikan Penerbangan Tak Terpengaruh Karhutla Kalimantan

Jakarta, Maret.id — Aktivitas penerbangan di Kalimantan tetap berjalan normal meskipun kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sedang ditangani di sejumlah provinsi.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menyatakan bahwa pihaknya terus memantau dampak asap terhadap aktivitas masyarakat, khususnya sektor transportasi udara.
“Kepekatan asap sempat menyebabkan penurunan jarak pandang di sejumlah wilayah, antara lain Banjarbaru, Palangka Raya, dan Pontianak, terutama pada pagi hari sekitar pukul 08.00 hingga 10.00 waktu setempat. Namun, kondisi jarak pandang dilaporkan berangsur membaik pada siang hari,” tuturnya dalam keterangan tertulis BNPB pada Minggu, 23 Agustus 2026.
Berdasarkan pemantauan lalu lintas udara pada pagi itu, Suharyanto memastikan bahwa penerbangan di beberapa bandara utama masih berlangsung dengan aman.
“Bandara Syamsudin Noor, Bandara Supadio, dan Bandara Tjilik Riwut masih dapat beroperasi sesuai jadwal,” imbuhnya.
BNPB juga berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan pemerintah daerah untuk menangani dampak kesehatan akibat asap karhutla.
“Posko Kesehatan Terpadu diperkuat di daerah terdampak untuk memastikan kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat dengan gangguan kesehatan tertentu, mendapatkan perlindungan dan pelayanan yang diperlukan,” tegas Suharyanto.
Terkait potensi dampak asap lintas batas, BNPB memastikan bahwa pemerintah terus melakukan pemantauan dan koordinasi lintas kementerian.
“Untuk Sumatera saat ini relatif lebih terkendali karena hujan masih bisa didatangkan. Sementara untuk Kalimantan, kami terus memperkuat armada darat, menambah helikopter, dan Operasi Mobilisasi Cadangan (OMC) mulai berjalan kembali hari ini. Kami optimistis Karhutla di Kalimantan dapat segera kami kendalikan,” sambungnya.
BNPB, bersama kementerian, lembaga, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait, akan terus memperkuat sinergi penanganan di lapangan. Upaya ini dilakukan secara terpadu agar kebakaran dapat segera dikendalikan dan dampak asap terhadap masyarakat dapat diminimalkan.





