BMKG Prediksi Ribuan Gempa Susulan di NTT Pasca Bencana

Jakarta, Maret.id — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan Nusa Tenggara Timur (NTT) akan mengalami ribuan gempa susulan dalam waktu hingga empat pekan ke depan.
Rangkaian gempa ini diprediksi akan berlangsung karena fase awal setelah gempa utama menunjukkan kompleksitas berdasarkan pola temporal yang diamati. “Aktivitas gempa susulan pada beberapa hari pertama masih relatif tinggi dan belum menunjukkan pola peluruhan yang signifikan,” tutur Wijayanto, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG.
Selama 24 jam pertama, tercatat 704 kejadian, yang meningkat menjadi 746 pada hari kedua. Wijayanto melanjutkan, “Kami memperkirakan gempa susulan sebanyak 668, 649, dan 627 kejadian pada hari ketiga hingga kelima, sebelum naik lagi menjadi 802 kejadian pada hari keenam.”
Menurut monitoring BMKG, sejumlah guncangan kuat berintensitas IV-VI MMI dirasakan oleh warga. Guncangan signifikan terjadi pada 19 Agustus 2026 dengan kekuatan Magnitudo 5,6, diikuti oleh gempa berkekuatan 5,8 pada 20 Agustus. “Gempa signifikan kembali mengguncang pada 20 Agustus pukul 09.47 WIB dengan kekuatan M5,8, yang memicu kerusakan pada bangunan dan jembatan,” sambung Wijayanto.
Hasil relokasi menunjukkan bahwa gempa susulan tidak tersebar merata. Klaster utama terletak di sekitar zona sumber gempa M7,7 di utara Nagekeo. “Sementara itu, klaster lainnya muncul di bagian barat zona sumber utama, yakni di sebelah utara Kabupaten Manggarai,” jelasnya lebih lanjut.
Data seismisitas harian menunjukkan pergerakan aktivitas yang dinamis. Pada hari pertama hingga keempat, gempa menyebar merata dari timur ke barat, namun bergeser pada hari kelima dan keenam dengan fokus di klaster bagian barat. “Klaster bagian timur mulai menurunkan intensitas aktivitasnya secara bertahap,” ujar Wijayanto.
BMKG terus mengoperasikan sistem pemantauan real-time 24 jam sehari selama tujuh hari seminggu. “Kami menganalisis kuantitas kejadian, magnitudo, dan karakteristik sumber gempa untuk memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat dan instansi terkait,” imbuhnya.
Ia juga mengimbau masyarakat terdampak untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak jelas kebenarannya. “Masyarakat diharapkan menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa, serta mewaspadai potensi gempa susulan,” tegas Wijayanto.
“BMKG mempublikasikan pembaruan data aktivitas gempa bumi susulan dua kali sehari, yaitu setiap pukul 05.00 WIB dan 17.00 WIB melalui media sosial resmi,” tambahnya.





