Politik

Jokowi Diduga Restui Video Budi Arie Soal Pemilu Dipercepat

Jakarta, Maret.id — Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Projo, Budi Arie Setiadi, kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah video yang menampilkannya viral. Dalam rekaman tersebut, Budi Arie membahas potensi percepatan pemilu di tengah dinamika sosial politik yang berkembang.

Erizal, Direktur ABC Riset & Consulting, berpendapat bahwa video tersebut tampaknya sudah dirancang dengan matang. “Bukan mustahil potongan video Budi Arie itu sudah sepengetahuan Jokowi pula,” kata Erizal.

Ia menyampaikan bahwa jika diperlukan, video utuh mungkin akan dipublikasikan untuk menunjukkan bahwa mereka tidak sedang merencanakan sesuatu, melainkan mengantisipasi situasi ke depan. “Tapi, saat ini masih terlalu awal untuk membuka video rekaman itu secara utuh,” imbuhnya.

Erizal menduga ada tiga motif jika video Budi Arie Setiadi itu sengaja bocor. Pertama, untuk mengalihkan isu, terutama terkait sayembara ijazah SMA yang melibatkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. “Isu ini perlu dipecah dengan memunculkan isu baru yang lebih panas menjelang demo masyarakat Pati, 27 Agustus 2026,” tuturnya.

Kedua, ia mencatat bahwa ini bisa menjadi upaya untuk tawar-menawar politik dengan pihak tertentu, seperti Istana, terkait masa depan politik Gibran dan Jokowi. “Ini adalah saat yang tepat, di mana tingkat ketidakpuasan masyarakat terus menurun terhadap pemerintahan. Presiden Prabowo saat ini butuh penopang, bukan lagi penentang,” tegas Erizal.

Ketiga, Erizal menambahkan, isu ini mungkin bertujuan agar Jokowi tetap diperbincangkan. “Semakin terus dibicarakan, semakin sering tampil, maka dianggap politik Jokowi dan relawannya akan semakin relevan dan dibutuhkan masyarakat,” sambungnya.

“Ini juga pra-kondisi untuk berkunjung ke daerah lain, setelah sebelumnya ke Lampung dan NTT, agar ditunggu-tunggu kehadirannya di daerah berikutnya,” tutup Erizal.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button