Dunia

Presiden Iran Tegaskan Tekanan AS Tidak Akan Berpengaruh, Pasar Minyak Memanas!

Jakarta, Maret.id — Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan Amerika Serikat tidak akan memperoleh apa pun meski terus melancarkan tekanan ekonomi terhadap negaranya.

Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan yang digelar di Teheran pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Pertemuan jajaran keuangan

Kepada para pejabat yang hadir, Pezeshkian memaparkan langkah-langkah strategis pemerintah untuk menjaga stabilitas moneter dan nilai tukar mata uang asing.
Rapat tersebut dihadiri oleh Menteri Perekonomian dan Keuangan Seyed Ali Madanizadeh, Gubernur Bank Sentral Abdolnaser Hemmati, serta sejumlah ekonom senior.

Sikap tegas sambil mengedepankan diplomasi

Meski menegaskan kesiapan bertahan, Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tetap mengutamakan jalur diplomasi dan dialog untuk menyelesaikan perselisihan internasional.
Ia juga menyatakan bahwa intimidasi ekonomi dari Washington tidak akan memaksa Teheran melepaskan kepentingan nasionalnya.

Pezeshkian menilai skema pembatasan finansial yang diterapkan pihak luar tidak akan mencapai tujuan karena rencana ekonomi alternatif telah disiapkan pemerintah.
Menurutnya, kesiapan itu mencakup langkah-langkah fiskal dan kebijakan moneter yang disesuaikan untuk meredam dampak sanksi.

Alih-alih menyerah, disebut sebagai bentuk ketahanan nasional

Presiden Iran bahkan menyamakan ketahanan ekonomi yang dibangun dengan keberanian angkatan bersenjata dan dukungan rakyat dalam menghadapi ancaman militer di masa lalu.
Pernyataan ini dimaksudkan untuk memperkuat pesan bahwa tekanan luar tidak akan memecah belah konsolidasi internal Iran.

Pezeshkian juga menggarisbawahi pentingnya sinergi antara kebijakan fiskal, cadangan devisa, dan reformasi struktural untuk menjaga kestabilan jangka menengah.
Ia meminta seluruh kementerian terkait bekerja lebih cepat dan koordinatif dalam implementasi kebijakan tersebut.

Memanasnya hubungan dengan Amerika Serikat

Pernyataan tegas Pezeshkian muncul setelah ancaman Presiden AS Donald Trump awal bulan ini yang mengumumkan pembatasan ekonomi berskala besar bagi negara mana pun yang memberi bantuan kepada Teheran.
Isu itu menambah tekanan diplomatik yang telah memancing reaksi keras dari pejabat Iran.

Ketegangan bilateral meningkat sejak konflik militer terbuka pada 28 Februari lalu ketika serangan gabungan Israel dan AS dilaporkan menargetkan sejumlah lokasi di Iran.
Serangan tersebut memicu balasan berupa gelombang rudal dan serangan drone yang mengenai beberapa pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.

Meskipun sempat tercapai nota kesepahaman penghentian perang pada 18 Juni yang menjadi pijakan perundingan, masa depan kesepakatan itu kini dipenuhi ketidakpastian.
Batas waktu negosiasi selama 60 hari yang berakhir pada 17 Agustus lalu berlalu tanpa menghasilkan kejelasan, sementara tensi geopolitik kembali meningkat.

Analisis pengamat menunjukkan bahwa konflik yang belum terselesaikan berpotensi memperpanjang ketidakpastian ekonomi dan meningkatkan risiko pasar regional.
Skenario terburuk bisa mempengaruhi arus perdagangan, pasokan energi, dan stabilitas keuangan negara-negara yang terkait.

Pezeshkian menegaskan bahwa respons Iran akan bersifat terukur dan berfokus pada mitigasi dampak terhadap perekonomian domestik.
Upaya diplomasi lintas-benua dan penguatan kerja sama ekonomi regional menjadi bagian dari strategi yang tengah digelorakan pemerintah.

Penutupnya, pihak pemerintahan menyebut akan terus memantau perkembangan dan menyesuaikan kebijakan sesuai kebutuhan untuk menjaga ketahanan nasional.
Langkah-langkah tersebut dipandang krusial agar Iran dapat bertahan dari tekanan eksternal tanpa mengorbankan stabilitas dalam negeri.

Aditya Permana

Jurnalis dan analis media digital yang berfokus khusus pada pelaporan sektor ekonomi, bisnis, dan finansial. Di maret.id, ia mendedikasikan perannya untuk mengulas dinamika pasar, kebijakan fiskal, perkembangan UMKM, hingga tren ekonomi makro global dan nasional. Dengan pendekatan yang tajam dan berbasis data, Aditya berkomitmen menyajikan informasi kompleks seputar dunia keuangan ke dalam ulasan yang mendalam, objektif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button