Politik

Forum Ulama Nahdliyin Bahas Korupsi dan Isu Zionis

Jakarta, Maret.id — Forum Ulama Nahdliyin (FUN) menggelar halaqah bertema “Refleksi Kepemimpinan PBNU” di Aula Universitas Darul Ulum, Jombang, Jawa Timur, pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Ketua FUN KH Mujib Qulyubi menegaskan bahwa forum ini diselenggarakan sebagai bentuk otokritik terhadap kepemimpinan PBNU saat ini. “Mudah-mudahan sekecil apa pun ikhtiar kita lewat NU kultural ini dicatat sebagai bagian dari perjuangan,” tuturnya.

Sejumlah ulama dalam halaqah tersebut melontarkan kritik keras mengenai kemunduran tata kelola di tubuh pengurus pusat. Pengasuh Ponpes Wali Salatiga, KH Anis Maftuhin, menyerukan agar kepemimpinan PBNU periode ini tidak dipilih kembali.

Kiai Anis menyoroti adanya tiga fenomena “L” di jajaran PBNU saat ini, yaitu luntur keulamaannya, luntur tradisi tabayun, dan luntur ri’ayatul ummah (pengayoman umat). “Pemimpin sekarang la qowiyyan walaa amiinan (tidak kuat dan tidak terpercaya). Jangan dipilih kembali. Muktamar hari ini terasa mencekam, tegang, dan ada pengondisian,” tegas Kiai Anis.

Senada, Pengasuh Ponpes Algebra Bogor KH Khariri Makmun menilai kepengurusan PBNU saat ini dipenuhi berbagai kontroversi yang mencederai marwah organisasi. Ia menyebutkan kasus hukum pengurus dan manuver politik internasional sebagai contohnya.

“Empat bulan setelah dilantik, ada kasus korupsi Bendum PBNU Mardani Maming. Ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Selain itu, ada agenda merusak NU lewat kolaborasi dengan narasi zionis hingga pertemuan dengan Netanyahu,” paparnya.

Kritik berat juga disampaikan oleh Pengasuh Ponpes Madrasatul Quran, KH Mustain Syafi’i. Ia menyayangkan hilangnya daya kritis PBNU terhadap isu-isu kebangsaan, termasuk isu darurat korupsi dan konsesi tambang.

“Ketika NU dan Muhammadiyah diberikan izin tambang, pimpinannya semua diam. Mari kita istighfar massal: Ya Allah, apa dosa orang NU sehingga memiliki pimpinan seperti sekarang,” cetus Kiai Mustain.

Halaqah refleksi ini dihadiri oleh ratusan kiai pengasuh pesantren, tokoh NU, pengurus badan otonom (banom), serta warga nahdliyin yang hadir di Jombang untuk menyampaikan aspirasi menyambut Muktamar ke-35 NU.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button