Monev Komisi B DPRD Jember di PT MDR Buntu, Stok dan Harga Tembakau Terus Dipertanyakan

Jakarta, Maret.id — Monitoring dan evaluasi Komisi B DPRD Jember terhadap PT Mangli Djaya Raya (MDR) pada Jumat lalu belum menghasilkan data yang diharapkan. Pimpinan perusahaan, Christian, saat ini berada di luar negeri, sehingga staf belum mampu memberikan informasi resmi terkait pasokan dan harga pembelian tembakau dari petani.
Anggota Komisi B dari Fraksi PDI Perjuangan, Suharto, menjelaskan bahwa monev dilakukan untuk memahami peran perusahaan dalam menyerap hasil tembakau tani dan memastikan kapasitas pembelian tahunan. “Kami ingin mengetahui kapasitas stoknya sampai berapa ribu ton. Setiap tahun PT MDR membeli tembakau petani, tentunya catatan setiap tahun itu ada,” kata Suharto.
DPRD juga memerlukan data mengenai harga pembelian terendah tembakau di PT MDR. Data tersebut penting sebagai acuan bagi petani untuk mengevaluasi kelayakan harga jual mereka. Menurut Suharto, hingga kini data tersebut belum tersedia.
Staf PT MDR, Heri, menyatakan bahwa data akan disampaikan melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Jember pada pekan depan. “Untuk sementara kami belum mendapatkan data itu. Penjelasan staf, Pak Heri, data akan dikirim ke dinas minggu depan,” jelas Suharto.
Monev dihadiri pula oleh perwakilan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Jember, Rudi Indrawan. Suharto berharap agar data pembelian dan harga tembakau segera disampaikan agar DPRD memiliki landasan yang jelas dalam mengevaluasi hubungan industri tembakau dengan petani di Jember.





