Politik

Waketum MUI Usulkan Gaji Guru Pesantren Melebihi UMR

Jakarta, Maret.id — Manajemen pesantren di Indonesia perlu melakukan transformasi untuk meningkatkan kesejahteraan para pengajarnya. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Gerakan Pengasuh Pesantren Indonesia (GAPI) KH M Cholil Nafis dalam sebuah talkshow yang diadakan oleh Baznas RI dan Majelis Alumni IPNU di Pondok Pesantren Al Wahabiyah, Jombang, Jawa Timur, pada 29 Agustus 2026.

Kiai Cholil menyatakan, pesantren harus meninggalkan pola lama dan menerapkan standar pengupahan yang layak bagi para guru. “Saya dorong itu, insya Allah guru tidak ada yang di bawah UMR,” tutur Kiai Cholil, yang juga menjelaskan bahwa gaji di Depok sekitar Rp5,6 juta. Selain gaji, Kiai Cholil menekankan pentingnya memberikan tunjangan tambahan seperti yang diberikan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN).

Lebih lanjut, Kiai Cholil menyoroti bahwa pengasuh pesantren juga perlu berkomitmen pada profesionalisme. Ia menegaskan pentingnya sistem seleksi ketat dalam penerimaan guru untuk memastikan kesesuaian antara kesejahteraan dan kualitas pengajaran.

Kiai Cholil mengadvokasi penciptaan ekosistem pendidikan yang seimbang antara ilmu agama dan ilmu modern. Ia percaya bahwa manajemen finansial yang baik dan unit usaha mandiri, seperti pertanian hidroponik dan peternakan, dapat mengurangi ketergantungan pada sumbangan.

Dengan dukungan jaringan GAPI, Kiai Cholil berharap praktik tata kelola yang mandiri ini dapat diterapkan di pesantren lainnya di seluruh Indonesia. “Langkah ini menjadi kunci utama dalam memodernisasi pesantren agar mampu mencetak sumber daya manusia (SDM) unggulan yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” imbuh Kiai Cholil, yang juga menjabat sebagai Rais Syuriah PBNU.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button