Prabowo Cetak Sejarah di Muktamar ke

Jakarta, Maret.id — Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menilai kehadiran Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam pembukaan dan penutupan muktamar tersebut menandai sebuah sejarah baru bagi organisasi.
Gus Ipul menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Prabowo di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026. “Bapak Presiden yang kami hormati, hari ini 31 Agustus tahun 2026 kita mencatat sejarah baru dalam perjalanan muktamar. Untuk pertama kalinya Presiden Republik Indonesia hadir membuka juga menutup Muktamar Nahdlatul Ulama,” tuturnya.
Ia mengingatkan bahwa Prabowo telah hadir pada 27 Agustus 2026 untuk membuka Muktamar ke-35 NU dan kembali hadir untuk menutup rangkaian acara tersebut. Gus Ipul melaporkan bahwa seluruh rangkaian muktamar telah dilaksanakan sesuai jadwal dan agenda yang ditetapkan, termasuk penyampaian laporan pertanggungjawaban, enam sidang komisi, dan lima sidang pleno.
Muktamar ke-35 NU dihadiri lebih dari 3.000 peserta dan peninjau dari 38 PWNU, 523 PCNU, dan 33 PCINU. Masing-masing wilayah dan cabang diwakili oleh empat unsur. Salah satu keputusan penting yang diambil adalah perubahan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU.
Ketua Umum PBNU tidak akan lagi dipilih secara langsung dengan mekanisme one man one vote. Setiap wilayah dan cabang diharuskan mengusulkan minimal satu hingga maksimal lima nama calon. Lima nama dengan perolehan suara terbanyak akan disampaikan kepada Rais Aam terpilih untuk dimusyawarahkan bersama anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).
“Mekanisme ini sekaligus meneguhkan kembali supremasi Syuriyah dalam jam’iyah Nahdlatul Ulama,” jelas Gus Ipul. Ia menegaskan bahwa dalam struktur organisasi NU, pemimpin tertinggi jam’iyah adalah Syuriyah di bawah kepemimpinan Rais Aam.
Gus Ipul menyampaikan selamat kepada KH Miftachul Akhyar yang kembali diamanahi sebagai Rais Aam PBNU. Ia juga mengucapkan selamat kepada KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin yang terpilih sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026–2031. “Karena itu kami ingin mengucapkan selamat kepada yang mulia Kiai Miftachul Akhyar yang kembali mendapatkan amanah sebagai Rais Aam dan juga selamat kepada Kiai Haji Abdul Hakim Mahfudz yang mendapatkan amanah sebagai Ketua Umum PBNU,” pungkas Gus Ipul.





