P

Jakarta, Maret.id — DPRD Kabupaten Ngawi menggelar rapat paripurna untuk membahas perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Ngawi tahun 2026. Dalam rapat ini, sejumlah program strategis pemerintah daerah direncanakan untuk direalisasikan pada tahun ini.
Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, menyatakan bahwa perubahan APBD dilakukan dengan penyesuaian sejumlah program dan kebutuhan daerah. Salah satu fokus utamanya adalah pembangunan sarana dan prasarana jalan poros desa.
“Paripurna ini ada beberapa hal yang kita sesuaikan terkait beberapa program strategis pemerintah daerah. Beberapa hal seperti pembangunan sarana prasarana jalan poros desa juga bisa masuk di tahun ini,” ujar Bupati Ony.
Di samping pembangunan jalan, pemerintah daerah juga akan memenuhi kebutuhan tambahan unit mobil pemadam kebakaran. Program ini menjadi salah satu masukan dari DPRD yang akan difasilitasi melalui perubahan APBD 2026.
“Fasilitasi tadi ada masukan dari teman-teman DPRD terkait pemenuhan mobil pemadam kebakaran dan kita bisa fasilitasi tahun ini,” imbuhnya.
Perubahan APBD juga bertujuan untuk menyinergikan program pemerintah daerah dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), terutama dalam revitalisasi dan perbaikan sekolah. Bupati Ony menyebut terdapat sekitar 10 SMP dan 40 SD yang termasuk dalam rencana program tersebut.
“Ada 10 SMP dan kalau tidak salah ada 40 SD. Itu juga bisa kita jalankan di tahun ini,” tegasnya.
Dari sisi kemampuan anggaran, Bupati Ony mengungkapkan kekuatan ruang fiskal sekitar Rp150 miliar dalam perubahan APBD 2026. Angka tersebut berasal dari pengembalian Dana Bagi Hasil (DBH) dan optimalisasi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya.
“Kita masuk di perubahan ini kan ada pengembalian Dana Bagi Hasil. Terus kemudian ada penggunaan SiLPA tahun kemarin. Itu kita optimalisasi di situ,” tuturnya.
Ruang fiskal yang ada kemudian dipetakan untuk membiayai sejumlah kebutuhan daerah, khususnya yang berkaitan dengan visi dan misi kepala daerah. “Ini kita breakdown apa yang menjadi kebutuhan, terutama pembiayaan-pembiayaan terkait visi-misi kepala daerah. Hampir semuanya masuk di program kegiatan di situ,” jelas Bupati Ony.
Namun, Bupati Ony mengakui adanya kebutuhan penyesuaian agar anggaran mencukupi program yang telah direncanakan. Salah satunya melalui penyesuaian desain teknis pekerjaan jalan, seperti mengubah dari konstruksi beton menjadi aspal.
“Kalau kemudian ini di tahun ini harus jalan, kita ubah. Kita sesuaikan DED-nya, jadi aspal misalkan seperti itu,” sambungnya.
Bupati Ony menekankan bahwa untuk ruas jalan yang membutuhkan konstruksi beton dan tidak bisa dilaksanakan tahun ini, akan dijadwalkan pada tahun berikutnya. “Kalau kemudian ada ruas jalan yang memang harus cor, kita akhirnya cancel masuk ke 2027,” tandasnya.
Berbagai penyesuaian tersebut, menurutnya, adalah bagian dari mitigasi agar program prioritas tetap bisa berjalan tanpa mengganggu kemampuan keuangan daerah.





