Politik

Kemenhaj dan BKN Seleksi Petugas Haji 2027 Secara Bersama

Jakarta, Maret.id — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj) melakukan kerja sama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk menerapkan Computer Assisted Test (CAT) dalam seleksi calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tahun 1448 H/2027 M.

Inisiatif ini merupakan langkah penting untuk memperkuat standar seleksi dan memastikan proses rekrutmen calon petugas haji berlangsung dengan kualitas dan akuntabilitas yang lebih tinggi.

“Langkah kolaborasi ini diambil sebagai bentuk evaluasi atas pelaksanaan seleksi tahun-tahun sebelumnya yang masih menggunakan sistem mandiri berbasis gawai pribadi peserta,” kata Ihsan Faisal, Kasubdit Penyiapan, Pemetaan, dan Rekrutmen Petugas Haji.

Ihsan menjelaskan bahwa penggunaan gawai pribadi pada seleksi sebelumnya seringkali mengakibatkan masalah teknis disebabkan oleh variasi jenis dan spesifikasi perangkat peserta.

“Tahun lalu dan sebelumnya kita melaksanakan CAT mandiri dengan sistem kita, para peserta menggunakan gawainya masing-masing yang tentu sangat bervariatif dari sisi jenis dan kualitasnya, sehingga berpotensi menimbulkan kendala teknis. Tahun ini kita coba memperbaikinya dengan menggandeng BKN yang sudah kredibel dan sangat kompeten di bidang CAT,” ujar Ihsan saat meninjau pelaksanaan ujian di Kantor Pusat BKN Cililitan, Jakarta, Senin, 31 Agustus 2026.

Aspek transparansi juga menjadi perhatian utama dalam rekrutmen kali ini. Sebelum ujian dimulai, panitia melakukan pembukaan segel ruangan ujian yang disegel bersama oleh tim Kementerian Haji dan Umrah RI serta Inspektorat Jenderal (Itjen).

“Sebelum masuk ruangan, kita saksikan bersama pembukaan segel. Ini artinya kita menjamin akuntabilitas pelaksanaan CAT ini. Seluruh prosesnya diupayakan transparan, terbuka, dan akuntabel agar petugas yang dihasilkan adalah petugas yang terbaik,” tegas Ihsan.

Pelaksanaan ujian berbasis komputer diikuti oleh 3.220 peserta dari unsur Tenaga Kesehatan (Nakes) tersebar di 34 lokasi Kantor Regional (Kanreg) dan UPT BKN di tingkat provinsi.

Di Kantor Pusat BKN Cililitan, sebanyak 204 peserta diundang untuk mengikuti seleksi CAT. Namun, hanya 194 peserta yang dapat melaksanakan ujian karena berbagai alasan.

Ujian CAT ini merupakan tahap kedua dari empat rangkaian seleksi ketat PPIH. Setelah melewati seleksi administrasi dan CAT, peserta yang lolos akan melanjutkan ke tahap evaluasi kesehatan (Medical Check-Up/MCU) serta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PPIH selama satu bulan penuh sebelum resmi bertugas melayani jemaah haji.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button