Politik

Karhutla Menurun, Namun Keamanan Lingkungan Masih Rentan

Jakarta, Maret.id — Tren hotspot kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) secara nasional mulai menunjukkan penurunan. Namun, Menteri Kehutanan, Raja Antoni, menegaskan bahwa kondisi Karhutla belum sepenuhnya aman dan penanganan harus berlanjut.

“Saya ingin laporkan kepada masyarakat Indonesia, sekali lagi kondisi kita belum aman dari Karhutla namun tren secara nasional juga menurun membaik,” kata Raja Antoni usai Rakor Penanganan Karhutla di Palembang, Sumatera Selatan, Senin, 31 Agustus 2026.

Rakor tersebut dihadiri oleh Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, dan perwakilan dari berbagai instansi terkait. Data menunjukkan bahwa hotspot di enam provinsi prioritas mengalami penurunan, dengan Kalimantan Tengah turun dari 1.116 menjadi 308 titik atau 72,4%.

Kalimantan Barat juga mencatat penurunan signifikan dari 899 menjadi 455 titik, sedangkan Kalimantan Selatan menurun dari 108 menjadi 18 titik, dan Riau berhasil mencapai 0 titik hotspot. Di sisi lain, Sumatera Selatan mengalami kenaikan hotspot dari 37 menjadi 39 titik, dan Jambi dari 1 menjadi 2 titik.

Raja Antoni mengingatkan bahwa penurunan jumlah hotspot tidak berarti masalah asap telah teratasi, terutama di kawasan gambut. “Hotspot ini tidak menandakan bahwa tidak ada asap, karena nature-nya gambut meskipun tidak ada apinya, asapnya tetap selalu ada,” ucap Raja Antoni.

Dia menekankan perlunya pendinginan dan pembasahan yang intensif untuk mencegah munculnya titik api baru. “Apabila tidak diadakan pendinginan, pembasahan yang intensif, masih ada potensi menjadi fire spot kembali,” imbuhnya.

Menteri Kehutanan itu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan serta dalam menangani masalah Karhutla, terutama di tengah kondisi El Nino yang kuat. “Kami berharap kerja sama semua pihak, baik masyarakat, Kepala Desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, hingga seluruh elemen masyarakat untuk sama-sama berpartisipasi menyelesaikan masalah ini,” tutur Raja Antoni.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button