Politik

Bawaslu Minta Masukan Pers untuk Optimalisasi Pengawasan Pemilu

Jakarta, Maret.id — Anggota Bawaslu RI, Totok Hariyono, menyampaikan pernyataan penting dalam diskusi media berjudul “Refleksi Kepemimpinan Bawaslu Jelang 5 Tahun” di Pangandaran, Jawa Barat, pada Kamis, 3 September 2026.

Sebagai mantan jurnalis senior, Totok menekankan peran pers dan media sebagai kelompok masyarakat terdidik yang memiliki tanggung jawab kepada publik, bukan hanya kepada segelintir orang. “Saya tetap sebagai seorang jurnalis yang ditempatkan di Bawaslu, saya merasa belum bekerja secara maksimal. Karena menurut Pulitzer, satu-satunya ideologi wartawan itu adalah tidak ada keberpihakan,” ungkapnya.

Totok menambahkan, keberpihakan jurnalis adalah kepada kebenaran dan mereka harus bertindak sebagai penyampai informasi yang independen. “Melainkan jalan ideologi. Seperti orang berjalan menuju cahaya di dalam lorong yang gelap gulita,” tutur Totok.

Ia kemudian membandingkan tugas jurnalis dengan aparat penegak hukum dan pelaku kejahatan. “Bedanya seorang jurnalis, intel, dan preman… Kalau preman, ada sebuah kejadian yang didalami, lalu dijadikan duit untuk kepentingannya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Totok menegaskan bahwa jurnalis harus menyampaikan informasi dengan objektif, biarkan masyarakat yang menilai. “Jurnalis, ada sebuah peristiwa diinvestigasi, dicari sudut angle yang baik, dielaborasi, lalu disampaikan kepada masyarakat tanpa berpihak,” sambungnya.

Totok juga meminta masukan dari insan pers untuk perbaikan kinerja Bawaslu RI. “Karena itu, saya tidak banyak yang bisa saya sampaikan karena penilaiannya adalah kawan-kawan,” tegasnya.

Ia berharap agar kinerja Bawaslu dapat ditingkatkan melalui umpan balik dari jurnalis. “Saya mempertanggungjawabkan ini kepada kawan-kawan, lalu kawan-kawan mempertanggungjawabkan itu kepada masyarakat,” pungkasnya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah anggota Bawaslu RI, termasuk Lolly Suhenty dan Muamarullah, yang mengampu koordinator divisi masing-masing. Dalam diskusi tersebut, hadir sebagai narasumber, Mimah Susanti dari KPI, Nuraini dari KIPP, dan Achmad Satryo Yudhantoko dari KPP DEM.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button