Trenggalek Targetkan Masuk 10 Besar Porprov Jatim 2027, PDIP Siap Dukung

Jakarta, Maret.id — Kabupaten Trenggalek menargetkan untuk masuk 10 besar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027, meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran. Dari total 40 atlet yang dinilai siap, hanya 15 atlet yang berhasil menjalani pemusatan latihan.
Ketua KONI Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi menyatakan bahwa keterbatasan anggaran memengaruhi persiapan atlet. Ia menekankan pentingnya menjaga semangat para atlet dan cabang olahraga untuk tetap berprestasi.
“Kalau ditanya target kami jelas target sepuluh besar. Ini mumpung masih ada waktu untuk persiapan, maka dari itu cabor-cabor kami kumpulkan untuk menggenjot tahapan persiapannya,” tutur Doding Rahmadi.
Pembahasan target tersebut berlangsung dalam rapat kerja KONI Kabupaten Trenggalek tahun 2026. Di agenda tersebut, KONI mengevaluasi persiapan 35 cabang olahraga dan mendorong cabang-cabang untuk mematangkan persiapan menjelang ajang olahraga tingkat regional.
Doding menjelaskan, saat ini 15 atlet dari berbagai cabang olahraga telah memulai pemusatan latihan. Sayangnya, anggaran yang terbatas hanya memungkinkan sebagian kecil atlet untuk ikut serta.
“Komitmen kami sebanyak-banyaknya mengirim atlet untuk pemusatan latihan. Karena keterbatasan anggaran akhirnya hanya beberapa saja,” imbuh Doding Rahmadi, yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPC PDI Perjuangan Trenggalek.
KONI Kabupaten Trenggalek menerima dana hibah dari Pemkab Trenggalek sekitar Rp1 miliar, yang harus mencukupi kebutuhan 35 cabang olahraga serta kebutuhan operasional sekretariat KONI.
Kondisi tersebut memperkecil ruang gerak untuk pembinaan atlet. Pemusatan latihan yang idealnya dapat dilakukan untuk lebih banyak atlet harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang ada.
“Efisiensi jelas berpengaruh. Tetapi kami yakin cabor juga tak berpangku tangan,” tegas Doding, yang juga menjabat Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek.
Meskipun ada keterbatasan, Doding optimis bahwa peluang untuk memperbaiki posisi tetap ada. Konsistensi latihan dan dukungan dari masing-masing cabang olahraga menjadi modal penting menuju Porprov 2027.
KONI juga mendorong cabang olahraga penyumbang medali untuk memaksimalkan waktu persiapan yang ada. Evaluasi dan pemetaan potensi atlet akan dilakukan secara berkelanjutan agar persiapan tidak dilakukan secara mendadak.
Target tersebut juga merupakan upaya bagi Trenggalek untuk bangkit dari hasil Porprov sebelumnya, di mana Trenggalek berada pada posisi juru kunci. Dengan waktu persiapan yang masih tersedia, KONI berharap keterbatasan anggaran dapat dikelola dengan efisien dan fokus pada pembinaan atlet potensial.
Trenggalek bertekad untuk tidak kembali ke posisi juru kunci dan berusaha menembus jajaran 10 besar pada Porprov Jatim 2027.





