Ruben van Bommel diprotes setelah tekel brutal pada Ajax

Jakarta, Maret.id — Pertandingan klasik di Amsterdam menjadi sorotan setelah insiden tekel yang dilakukan oleh bintang PSV, Ruben van Bommel. Keputusan wasit dalam menghadapi situasi ini memicu banyak kritik.
Pertandingan memasuki menit ke-80 saat PSV Eindhoven memimpin 2-1. Van Bommel melakukan tekel keras terhadap Aaron Bouwman dalam duel udara. Insiden tersebut sekuatnya mengingatkan pada tekel terkenal Toni Schumacher di semifinal Piala Dunia 1982.
Keributan pun pecah setelah insiden tersebut. Para pemain Ajax langsung mendekati van Bommel, sementara rekan-rekannya dari PSV berusaha membelanya. Kiper Ajax, Marc-Andre ter Stegen, terlihat melambaikan tangan meminta bantuan medis untuk Bouwman yang terjatuh kesakitan.
Mengejutkan, wasit Sander van der Eijk hanya memberikan kartu kuning untuk van Bommel. Tidak ada intervensi dari asisten video. “Bagi saya, ini tidak lain adalah kartu merah,” kata Davy Klaasen, gelandang Ajax, tentang pelanggaran tersebut yang membuat Bouwman tidak bisa melanjutkan pertandingan.
Pendapat serupa juga disampaikan oleh Raymond van Meenen, kepala perwasitan federasi sepak bola Belanda, yang diungkapkan oleh analis ESPN NL, Hugo Borst. “Dia setuju bahwa ini adalah kartu merah untuk Ruben van Bommel dan sebuah keputusan yang keliru,” kata Borst.
Meskipun van Bommel masih di lapangan, PSV berhasil mencetak gol ketiga melalui Esmir Bajraktarevic pada waktu tambahan. Dengan kemenangan ini, Eindhoven naik ke puncak klasemen dengan 13 poin dari lima pertandingan. Sementara itu, kekalahan ini menjadi yang pertama bagi Ajax musim ini.
Selain ter Stegen, dalam starting line-up Ajax juga terdapat Julian Brandt, mantan pemain Dortmund. Di sisi lain, PSV mencetak gol pertama lewat Ricardo Pepi dan Lutsharel Geertruida, sedangkan Tolu Arokodare menyamakan kedudukan 1-1 untuk tuan rumah.
Reaksi dari kalangan penggemar kembali menghiasi jagat sepak bola Indonesia, dengan banyak yang menyatakan kekecewaannya terhadap keputusan wasit. “Tekel itu jelas berbahaya, seharusnya wasit lebih tegas,” ujar Andi, seorang penggemar sepak bola dari Jakarta.





