Politik

Gus Lilur Dukung Gus Kikin untuk PBNU yang Profesional dan Egaliter

Jakarta, Maret.id — Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy atau akrab disapa Gus Lilur, memberikan dukungan kepada Ketua Umum PBNU terpilih, KH Abdul Hakim Mahfudz, alias Gus Kikin, dalam menyusun kepengurusan secara profesional dan representatif.

Dia menyatakan pentingnya pembentukan struktur organisasi yang egaliter dan mencerminkan keberagaman di Indonesia. Menurut Gus Lilur, Gus Kikin memiliki hak prerogatif untuk memilih pengurus berdasarkan kapasitas dan rekam jejak yang dimiliki setiap kader.

“Penyusunan kepengurusan PBNU harus bertumpu pada indikator profesionalisme dan meritokrasi,” tegasnya. Gus Lilur menambahkan bahwa ketidakrasionalan muncul ketika dinamika internal organisasi dibayangi oleh prasangka politik sempit.

Dia juga mengingatkan bahwa PBNU membutuhkan pemimpin yang mampu menjawab tantangan ke depan. Menyusul munculnya nama Lukman Edy sebagai calon Sekretaris Jenderal PBNU, Gus Lilur meminta publik untuk tidak terburu-buru menarik kesimpulan terkait dengan kepentingan politik.

“Rekam jejak Lukman Edy di pemerintahan dan organisasi seharusnya menjadi pertimbangan objektif dalam penyusunan kepengurusan,” kata Gus Lilur. Dia juga optimis bahwa kehadiran figur dengan portofolio kepemimpinan yang kuat dapat menjadi aset yang berharga bagi organisasi.

“Kinerja dan komitmen terhadap khittah NU harus menjadi ukuran utama dalam menilai setiap figur yang masuk dalam jajaran PBNU,” imbuhnya. Gus Lilur juga menegaskan perlunya sinergi antara Ketua Umum dan pengurus dengan melihat efektivitas kerja berdasarkan komitmen terhadap khittah NU, bukan dari asumsi subjektif.

Dia menggarisbawahi pentingnya keterwakilan kader dari berbagai daerah dalam struktur PBNU. “PBNU adalah artikulasi keberagaman Indonesia, bukan representasi PWNU Jawa Timur semata,” tegasnya.

Gus Lilur menilai bahwa kader dari wilayah seperti Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Papua perlu diberikan ruang dalam kepengurusan. “Distribusi kepemimpinan strategis harus mengakomodasi kader-kader terbaik dari seluruh wilayah,” sambungnya.

Dia yakin komposisi kepengurusan yang mencakup keberagaman daerah akan memperkuat legitimasi PBNU. Gus Lilur juga mengajak semua elemen NU untuk memberi kesempatan kepada Gus Kikin dalam melaksanakan mandat hasil muktamar tanpa terjebak dalam polemik politik yang tidak konstruktif.

“Transisi kepemimpinan harus dikawal dengan pandangan futuristik dan ilmiah, bukan dibawa dalam pertarungan opini yang kontraproduktif,” ujarnya. Dia berharap Gus Kikin dapat membentuk kepengurusan yang solid, inklusif, dan mampu menjawab tantangan organisasi ke depan.

“Berikan kepercayaan penuh kepada Gus Kikin untuk membina tim kerja yang solid dan berorientasi pada kemajuan jam’iyah,” tutupnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button