Politik

Anas Karno Minta Pemkot Surabaya Layani IKD di Pemukiman Warga

Jakarta, Maret.id — Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya, Anas Karno, mendesak Pemerintah Kota Surabaya untuk memperluas jangkauan perekaman Identitas Kependudukan Digital (IKD) hingga ke tingkat Balai RW.

Menurut Anas, langkah ini penting agar transformasi digital tidak menciptakan jarak antara pemerintah dan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Anas saat meninjau pelayanan administrasi kependudukan di Jalan Panjang Jiwo Gang Besar Nomor 04, Surabaya, pada Rabu malam.

Anas menegaskan bahwa kesuksesan digitalisasi tidak hanya diukur dari kemajuan aplikasi, tetapi juga sejauh mana teknologi tersebut mempermudah akses bagi warga.

“Digitalisasi jangan sampai bikin jarak dengan masyarakat. Jangan sampai warga yang tidak terbiasa dengan teknologi justru kesulitan. Teknologi harus membuat pelayanan semakin dekat, cepat, dan sederhana,” ujar Anas.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya ini menjelaskan bahwa pola pelayanan jemput bola sangat vital untuk mewujudkan transformasi digital yang inklusif.

Pendekatan ini menjadi solusi bagi lansia, warga berkebutuhan khusus, dan masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu untuk datang ke kantor dinas atau kelurahan.

“Kalau bisa, pemerintah yang mendatangi warga, jangan selalu warga yang mencari pelayanan. Ketika pelayanan hadir langsung di tengah masyarakat, manfaatnya bisa dirasakan secara instan,” sambung Anas.

Ia menambahkan bahwa Balai RW dan titik kumpul warga di pemukiman sangat potensial sebagai pusat pelayanan terpadu.

Anas juga mengapresiasi inovasi lokal seperti program KUPAT MAMAH (Kunjungan di Tempat Masalah Tanah) yang digagas Kelurahan Panjang Jiwo sebagai respon positif dari instansi yang paling dekat dengan warga.

“Ukuran keberhasilan pelayanan publik bukan sekadar sistem yang canggih, melainkan apakah warga merasa dimudahkan. Jika pelayanan bisa lebih dekat dan cepat, di situlah pemerintah benar-benar hadir untuk rakyat,” tegasnya.

Antusiasme warga dalam memanfaatkan layanan di Panjang Jiwo menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat akan pola pelayanan langsung. Salah seorang warga mengaku sangat terbantu karena tidak perlu lagi mengantre di kantor kecamatan atau dinas untuk mengurus administrasi kependudukan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button