Politik

DPR: Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jakarta, Maret.id — Memasuki hari keempat pencarian lima jurnalis yang hilang di perairan Selat Sunda, Komisi V DPR RI meminta Tim SAR Gabungan untuk terus memaksimalkan upaya pencarian.

Wakil Ketua Komisi V DPR, Syaiful Huda, menyatakan bahwa Basarnas masih memiliki waktu tiga hari untuk mengoptimalkan pencarian sesuai dengan batas waktu operasi SAR yang ditentukan selama tujuh hari.

“Proses pencarian ini terus dilakukan. Jika kita mengikuti aturan batas waktu tujuh hari, artinya masih ada waktu tiga hari lagi bagi teman-teman Basarnas untuk mengerahkan semaksimal mungkin baik personil maupun peralatan,” ujar Huda kepada wartawan pada Jumat, 11 September 2026.

Huda menilai kegiatan rombongan jurnalis di perairan Selat Sunda merupakan bagian dari misi demokrasi untuk memotret aktivitas Gunung Anak Krakatau setelah erupsi, yang dampaknya dirasakan hingga Jakarta beberapa waktu lalu.

“Ini bagi teman-teman jurnalis di mata saya mereka sedang menjalankan tugas demokrasi kita, tugas politik kita,” kata Legislator dari PKB ini.

Huda berharap dalam tiga hari ke depan akan ada perkembangan baru yang dapat mengarah pada keberadaan rombongan jurnalis dan awak kapal speedboat tersebut.

“Saya berharap semoga dalam tiga hari ke depan ada temuan-temuan baru yang bersifat progres dari empat hari sebelumnya,” tuturnya.

Namun, Huda juga mengingatkan bahwa terdapat kondisi yang memungkinkan operasi pencarian dilanjutkan setelah masa tujuh hari berakhir.

“Di dalam aturan yang ada, memang ada tiga hal yang memungkinkan pencarian dilanjutkan setelah tujuh hari: tanda-tanda temuan baru, permintaan dari pihak keluarga, dan adanya laporan di lapangan yang memungkinkan untuk dilanjutkan pencarian ini,” jelasnya.

“Tapi itu dalam situasi kedaruratan, kami sangat berharap dalam tiga hari ini ada progres yang memastikan teman-teman bisa ditemukan,” tambah Huda.

Lima jurnalis, bersama satu kapten dan anak buah kapal (ABK), dilaporkan hilang kontak sejak Senin, 7 September 2026 sore, saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.

Tim SAR Gabungan terus memperluas area pencarian di sekitar lokasi terakhir kapal yang diketahui. Namun, hingga Jumat siang, keberadaan lima jurnalis dan tiga awak kapal tersebut masih belum diketahui.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button