Gelar Maulid Nabi, Bupati Lukman Panggil Pelayanan Publik Berintegritas

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Kabupaten Bangkalan menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dipenuhi dengan zikir dan salawat bersama di Pendopo Agung, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), ulama, serta pimpinan dan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), dan masyarakat Bangkalan. Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh rasa syukur.
Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menyatakan bahwa peringatan ini bukan hanya sebatas acara keagamaan. Menurutnya, hal ini merupakan momentum untuk menanamkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam ranah pemerintahan dan pelayanan publik.
“Maulid Nabi bukan hanya sekadar ritual keagamaan, tetapi bagaimana kita meneladani sosok Nabi Muhammad SAW dan mengimplementasikan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Lukman.
Ia menambahkan bahwa nilai-nilai yang dicontohkan Rasulullah memiliki relevansi yang kuat dengan tugas pemerintahan. Integritas, kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama adalah nilai-nilai penting yang harus terus dibangkitkan dalam memberikan pelayanan publik.
Lukman berpendapat bahwa keteladanan Rasulullah bertujuan untuk memotivasi aparatur pemerintah dalam menjalankan tugas dan amanah mereka. “Sebagai Pemerintah Kabupaten Bangkalan, kita diharapkan untuk memiliki integritas dan melayani masyarakat. Itu merupakan salah satu bentuk implementasi dari keteladanan sosok Nabi Muhammad SAW,” tegas Lukman.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangkalan itu juga menyampaikan bahwa pemkab mendukung kegiatan zikir dan salawat agar memiliki landasan yang lebih kuat melalui regulasi daerah. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat pembangunan karakter di kalangan aparatur pemerintah dan masyarakat.
Bagi Pemkab Bangkalan, nilai religius diharapkan tidak hanya dimanifestasikan dalam kegiatan seremonial, tetapi juga tercermin dalam perilaku, etika, dan tanggung jawab pelaksanaan tugas. “Keteladanan Rasulullah harus menjadi nilai yang hidup. Tidak hanya kita dengarkan dalam majelis, tetapi juga kita hadirkan dalam sikap, pekerjaan, dan pelayanan kepada masyarakat,” terangnya.





