Purbaya: Anggaran Rp11 Triliun untuk 200 Juta Rekening Baru

Jakarta, Maret.id — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa anggaran sebesar Rp11 triliun untuk program pembukaan rekening massal bagi masyarakat belum merupakan angka final.
Purbaya menegaskan, pemerintah masih melakukan perhitungan terkait kebutuhan anggaran program tersebut. “Kan belum, belum Rp11 triliun. Ini anggarannya masih belum dihitung kan,” kata Purbaya kepada media di Jakarta.
Ia menjelaskan bahwa perhitungan anggaran akan mempertimbangkan jumlah masyarakat yang telah memiliki rekening perbankan. Pemerintah menargetkan hingga 200 juta rekening, namun perlu memastikan jumlah masyarakat yang belum memiliki rekening.
“Yang jelas itu kan semuanya angka masih kasar. Kita lihat struktur penduduknya seperti apa, saya belum lihat,” ungkapnya.
Purbaya juga menekankan bahwa pemerintah tidak ingin membukakan rekening secara berlebihan bagi masyarakat yang sudah memiliki rekening di bank. Ia menjelaskan bahwa untuk masyarakat yang baru mendapatkan KTP, rekening dapat segera dibuka untuk menerima transfer dana.
“Kalau orang yang buat KTP langsung dibukakan rekening, langsung ditransfer uangnya ke situ juga,” imbuhnya. Namun, bagi mereka yang sudah memiliki rekening, rincian kebijakan masih menunggu.
Selain itu, Purbaya menyoroti bahwa pemerintah belum memastikan kapan program tersebut akan dilaksanakan. Ia menilai realisasi pada tahun ini cukup sulit karena waktu persiapan yang terbatas. “Enggak tahu mereka siapnya kapan. Harusnya kalau anggaran tahun ini kan mepet, harusnya mulai tahun depan,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa persiapan program memerlukan waktu untuk mengintegrasikan data kependudukan dan data perbankan. “Itu ada penggabungan data-data Dukcapil sama data perbankan yang di BI segala macam, itu pasti perlu waktu untuk merapikan itu semua,” tegasnya.
Dalam pelaksanaan program ini, Purbaya menginformasikan bahwa pembukaan rekening di luar Aceh akan ditangani oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI), sementara masyarakat di Aceh akan dilayani oleh Bank Syariah Indonesia (BSI). “BSI hanya di Aceh. Di luar Aceh BRI semua,” tandasnya.





