Politik

Pencopotan Purbaya Tunjukkan Ketegasan Prabowo di Kabinet

Jakarta, Maret.id — Keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan reshuffle pada kabinetnya dengan mencopot Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan mengangkat Suahasil Nazara sebagai penggantinya, mendapatkan tanggapan positif dari kalangan akademisi.

Pergantian ini tidak menimbulkan gejolak berarti di pasar. Di tengah fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), sektor keuangan justru menunjukkan pergerakan yang menguat.

Prof. Marihot Manullang, Guru Besar Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru, menilai bahwa keputusan Presiden Prabowo mencerminkan ketegasan serta responsivitas dalam menjaga efektivitas pemerintahan. Menurutnya, posisi Menteri Keuangan adalah salah satu jabatan strategis yang memiliki pengaruh besar terhadap kebijakan fiskal dan stabilitas ekonomi.

“Reshuffle pada posisi Menteri Keuangan sebagai bentuk ketegasan kepemimpinan yang patut mendapatkan penghormatan,” kata Prof. Marihot. Ia menegaskan bahwa penggantian menteri di level strategis bukanlah keputusan yang diambil secara gegabah.

Prof. Marihot juga menilai bahwa keputusan tersebut relevan dari perspektif manajemen strategi. Pemimpin yang efektif, tuturnya, tidak hanya mampu mempertahankan stabilitas, tetapi juga harus berani melakukan penyesuaian bila diperlukan.

“Presiden Prabowo memperlihatkan bahwa beliau membaca dinamika dengan seksama, dan ketika penyesuaian diperlukan, beliau bergerak tanpa keraguan,” imbuh Prof. Marihot.

Dalam perdagangan saham pada hari pelantikan Suahasil Nazara, meski IHSG ditutup melemah tipis sebesar 0,10 persen, namun indeks sektor keuangan menguat 0,55 persen. Saham-saham perbankan besar mencatatkan penguatan yang signifikan.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI tercatat menguat 3,98 persen. Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BBNI naik 3,20 persen, sedangkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau BMRI menguat 1,83 persen. PT Bank Central Asia Tbk atau BBCA juga menunjukkan kenaikan sebesar 2,77 persen.

Pergerakan ini menjadi indikator bahwa perubahan Menteri Keuangan mendapatkan respons positif di sektor keuangan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button