Pemimpin sebagai Cermin Sistem Politik dan Nilai Masyarakat

Jakarta, Maret.id — Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PKS, Mulyanto, menekankan pentingnya pemimpin berkualitas bagi kemajuan Indonesia. Dalam pandangannya, hal ini esensial untuk bersaing di arena internasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Mulyanto saat acara FGD Kepemimpinan Nasional MPP PKS di Jakarta pada Selasa, 15 September 2026. Dia menyatakan tantangan kepemimpinan di Indonesia cukup kompleks, mengingat jumlah penduduk yang melebihi 290 juta jiwa dan risiko bencana yang tinggi.
Mulyanto menyampaikan, “Kalau kita gagal menghadirkan pemimpin yang berkualitas, kita akan terus menjadi negara yang tertinggal,” ujar Mulyanto. Ia mengingatkan bahwa sumber daya manusia dan alam Indonesia sangat melimpah, namun potensi tersebut perlu dikelola dengan baik.
Dia menceritakan bahwa posisi Indonesia di kancah regional telah berubah. Saat ini, Indonesia mulai tertinggal dibandingkan Singapura, Malaysia, dan Thailand, yang berkembang lebih pesat. Dalam beberapa indikator ekonomi, Indonesia juga menghadapi tekanan dari Vietnam.
Lebih lanjut, Mulyanto menekankan bahwa kualitas kepemimpinan erat kaitannya dengan kondisi masyarakat dan sistem yang ada. “Pemimpin pada akhirnya merupakan cerminan masyarakatnya,” tegasnya. Ia menggarisbawahi pentingnya membenahi ekosistem politik untuk menghasilkan pemimpin yang layak.
Dia mengkritik demokrasi Indonesia yang masih dalam tahap transisi, dengan penekanan berlebihan pada aspek prosedural. Praktik politik uang dan rendahnya pendidikan ekonomi masyarakat memperburuk situasi ini.
“Di ekosistem seperti itu, sistem politik cenderung menghasilkan pemimpin yang populis ketimbang kompeten,” sambung Mulyanto. Dia mencatat bahwa popularitas dan modal seringkali lebih berpengaruh dibandingkan integritas dan kemampuan kepemimpinan.
Oleh karena itu, Mulyanto mendorong perbaikan ke arah demokrasi yang lebih substansial dan penguatan institusionalisasi partai. Menurutnya, partai politik harus memiliki sistem kaderisasi dan pengambilan keputusan yang efektif.
“PKS sejak awal berusaha mempelopori model partai yang terinstitusionalisasi dan berbasis sistem,” imbuhnya. Dia menekankan bahwa Indonesia memerlukan pemimpin yang mampu mengubah potensi bangsa menjadi kekuatan nasional, bukan hanya yang populis.





