WNI di Arab Saudi Diminta Waspada, Ketegangan Memanas Mengganggu Remitansi!

Jakarta, Maret.id — Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengimbau seluruh warga negara Indonesia di Arab Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul serangan yang diduga dilakukan kelompok Houthi dari Yaman.
Imbauan dan langkah perlindungan
Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah, menyatakan perwakilan diplomatik RI di Arab Saudi terus memantau perkembangan situasi secara intensif.
Heni mengimbau WNI agar mengikuti instruksi resmi otoritas setempat dan menjaga komunikasi dengan perwakilan diplomatik Indonesia di sana.
Peringatan otoritas Arab Saudi
Otoritas Arab Saudi sebelumnya mengeluarkan peringatan potensi ancaman keamanan untuk beberapa wilayah termasuk Makkah, Jeddah, dan Taif, serta meminta masyarakat untuk tetap berada di dalam ruangan.
Peringatan itu juga menginstruksikan untuk menghindari area terbuka dan kerumunan sampai situasi dinyatakan aman oleh pihak berwenang.
Situasi terkini di lapangan
Dinas Pertahanan Sipil Arab Saudi kemudian menyatakan situasi bahaya telah berakhir dan masyarakat diperbolehkan kembali beraktivitas dengan tetap memperhatikan arahan pemerintah.
Heni menegaskan hingga laporan terakhir tidak ada laporan tentang warga negara Indonesia yang terdampak langsung oleh insiden tersebut.
Perwakilan RI di Arab Saudi juga telah menjalin koordinasi intensif dengan otoritas setempat untuk memastikan perlindungan terhadap WNI.
Kementerian menyarankan WNI yang memerlukan bantuan atau berada dalam keadaan darurat untuk segera menghubungi layanan konsuler.
WNI di Arab Saudi dapat menghubungi KBRI Riyadh melalui hotline +966 569173990 atau KJRI Jeddah melalui hotline +966 50 360 9667 untuk bantuan konsuler darurat.
Selain itu, warga diimbau agar selalu mengikuti informasi resmi dari otoritas setempat dan memperbarui kontak darurat keluarga di Tanah Air.
Intersepsi perangkat udara tak berawak
Juru bicara Koalisi untuk Pemulihan Legitimasi di Yaman, Mayor Jenderal Turki al-Malki, menyatakan bahwa pasukan pertahanan udara Arab Saudi mencegat dan menghancurkan sebuah pesawat nirawak (drone) yang berupaya memasuki wilayah udara di Kota Makkah.
Peristiwa itu dilaporkan terjadi pada Selasa malam, 15 September 2026, sekitar pukul 18.50 waktu setempat, dan tindakan dilakukan sebelum drone memasuki zona udara terlarang di wilayah suci tersebut.
Menurut pernyataan pejabat koalisi, drone itu dicegat di bagian selatan Makkah dan merupakan upaya kedua yang menargetkan kota suci setelah upaya sebelumnya menggunakan rudal balistik pada 27 Juli 2017.
Kejadian ini kembali memicu kekhawatiran soal potensi dampak terhadap aktivitas ibadah dan keamanan publik di wilayah yang sensitif secara religius.
Respons dan imbas regional
Serangkaian insiden semacam ini berpotensi meningkatkan ketegangan keamanan di kawasan Teluk dan memicu reaksi diplomatik dari negara-negara terkait.
Pihak berwenang regional terus memperkuat langkah-langkah pertahanan udara dan patroli untuk mencegah masuknya ancaman lintas batas.
Kementerian Luar Negeri RI menekankan pentingnya kewaspadaan kolektif dan kerja sama antarnegara dalam menanggulangi ancaman yang dapat membahayakan warga sipil.
WNI di luar negeri diimbau tetap tenang, mengikuti arahan resmi, serta mengutamakan keselamatan pribadi dan keluarga sambil memantau informasi terkini dari perwakilan RI.





