BTS Tak Berfungsi, Blank Spot di Kalteng Harus Segera Diatasi

Jakarta, Maret.id — Gangguan konektivitas internet akibat kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah mendorong DPR untuk meminta pemerintah mempercepat revitalisasi Base Transceiver Station (BTS), terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar.
Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Andina Thresia Narang, menekankan pentingnya penguatan infrastruktur telekomunikasi. Ia juga menyatakan bahwa koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah adalah kunci untuk memperbaiki BTS yang mengalami gangguan.
“Terakhir kami meminta di tahun depan adanya revitalisasi BTS-BTS yang ada di Kalimantan, terutama di daerah 3T, supaya ada koordinasi dari pemerintah pusat dan juga pemda,” kata Andina saat wawancara di Gedung DPR RI pada Kamis, 17 September 2026.
Ia menambahkan, banyak BTS yang sudah terpasang tetapi tidak berfungsi optimal. Kondisi ini perlu segera diidentifikasi agar area blank spot tidak meluas.
“Kita juga harus melihat BTS yang tidak berfungsi dengan baik, supaya cepat segera diperbaiki dan juga supaya kita mengatasi blank spot yang ada di Kalimantan terutama Kalimantan Tengah,” ujarnya.
Andina mengakui masalah konektivitas masih ada di beberapa wilayah. Ia mencatat bahwa beberapa BTS yang tersedia belum dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
“Ada beberapa yang tidak (berfungsi). Ada BTS-nya, tapi tidak berfungsi,” katanya.
Gangguan jaringan ini dianggap semakin mendesak untuk diselesaikan, terutama karena pembelajaran jarak jauh membutuhkan akses internet yang baik.
“Apalagi dalam keadaan seperti ini ada PJJ, jadi kita harapkan sekolah juga tidak terganggu dengan adanya masalah sinyal ini,” tuturnya.
Andina menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menunjukkan kesiapan untuk menangani masalah blank spot di Kalimantan Tengah. Penanganan lebih lanjut akan dikoordinasikan dengan pihak terkait.
“Sudah siap tadi, langsung didelegasikan kepada Pak Wamen untuk langsung mengurus blank spot yang ada di Kalimantan Tengah,” pungkasnya.





