Politik

Anggaran MBG 2027 Capai Rp232 Triliun, Sorotan Kebijakan Baru

Jakarta, Maret.id — Badan Gizi Nasional (BGN) mengumumkan bahwa mereka telah mendapatkan anggaran indikatif sebesar Rp240,2 triliun untuk tahun 2027. Dari jumlah tersebut, alokasi terbesar yakni Rp232,51 triliun ditujukan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala BGN, Sudaryono, menegaskan bahwa pagu tersebut sudah memperhitungkan efisiensi sekitar Rp30 triliun dari total alokasi sebelumnya yang mencapai Rp270,2 triliun. “Anggaran khusus Bantuan Pemerintah (Banper) disesuaikan dari yang semula direncanakan sebesar Rp262 triliun menjadi Rp232 triliun,” tuturnya.

Alokasi anggaran ini ditetapkan berdasarkan Surat Bersama Pagu Anggaran (SBPA) dari Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas yang ditandatangani pada 5 Agustus 2026. Dari total anggaran BGN, sebesar Rp7,36 triliun dialokasikan untuk belanja operasional, dengan rincian Belanja Operasional Pegawai sebesar Rp7,19 triliun dan Belanja Operasional Barang sebesar Rp176,78 miliar.

Sementara itu, belanja non-operasional mendapat alokasi Rp232,84 triliun untuk mendukung program utama BGN, di mana MBG menjadi penerima alokasi terbesar. Anggaran besar ini selaras dengan target perluasan penerima manfaat, di mana BGN menargetkan pada 2026 mencapai 74,5 juta penerima.

Hingga 31 Agustus 2026, MBG telah menjangkau 56,9 juta orang atau sekitar 76,45 persen dari target yang ditetapkan. “Masih ada sekitar 17,56 juta penerima manfaat yang perlu dijangkau,” imbuh Sudaryono.

BOGN juga menginformasikan bahwa sebanyak 1.653 sekolah elit tidak lagi menerima MBG. Di sisi lain, ada upaya untuk membuka layanan di wilayah 3T, yaitu daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.

Selain itu, BGN memperkuat pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sambil menerapkan Standar Layanan dan Higiene Sanitasi (SLHS). SPPG yang belum memenuhi standar berpotensi dikenakan status suspend hingga perbaikan dilakukan.

Sebagai perbandingan, total pagu BGN setelah penajaman pada tahun 2026 mencapai Rp229,75 triliun, di mana Rp221,30 triliun dialokasikan untuk Pemenuhan Gizi Nasional. Dari jumlah tersebut, Rp218,77 triliun digunakan untuk MBG.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button