Dunia

Trump Mengamuk, Mengancam Usai Namanya Dihapus di The Kennedy Center, Memanas Pasar!

Jakarta, Maret.id — Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah dikabarkan marah dan melontarkan hinaan dalam pertemuan dewan pengawas Kennedy Center ketika seorang hakim memutuskan bahwa namanya tidak dapat dicantumkan pada bangunan tersebut. Insiden itu, menurut pengakuan anggota Kongres Joyce Beatty pada Selasa (15/9/2026), terjadi saat suasana rapat memanas dan menimbulkan ancaman verbal dari Trump terhadap beberapa pihak yang hadir.

Aksi di Pertemuan Dewan Kennedy Center

Menurut pernyataan yang disampaikan oleh Joyce Beatty, seorang anggota dewan Kennedy Center ex-officio sempat mengajukan gugatan terhadap upaya Trump dan dewan pilihannya untuk mengganti nama serta menutup Kennedy Center selama dua tahun. Gugatan tersebut menuntut pembatalan rencana yang memicu konflik itu, dan keputusan hakim akhirnya menolak upaya pencantuman nama yang diajukan.

Rekaman Emosi dan Ancaman

Beatty menceritakan di sebuah wawancara bahwa dalam pertemuan itu Trump mengancam akan menuntut pertanggungjawaban pribadi terhadapnya jika kondisi di Kennedy Center memburuk sampai menyebabkan kematian. Ia mengatakan Trump sempat menyatakan bahwa “gedung itu ditakdirkan untuk hancur” dan menuduh Beatty serta pihak lain sebagai penyebab bila terjadi sesuatu yang fatal.

Reaksi Anggota Dewan dan Saksi

Sejumlah saksi yang mengetahui percakapan antara Beatty dan Trump menggambarkan perdebatan tersebut sebagai sangat panas dan tidak normal untuk forum formal seperti dewan pengawas sebuah institusi seni. NBC News serta laporan lain menyebutkan Trump hadir secara virtual dalam pertemuan itu, sementara peserta lain mengaku terkejut oleh nada dan volume suara yang digunakan.

Tanggapan Beatty kepada pewawancara menyatakan bahwa dia tidak akan membiarkan kredibilitasnya diserang dan menolak tuduhan bahwa ia tidak kompeten. Ia juga mengkritik kebijakan-kebijakan yang menurutnya memperburuk kondisi sosial-ekonomi, termasuk kenaikan tarif dan pajak yang menyulitkan akses terhadap pangan dan perumahan bagi warga.

Gedung Putih, melalui pernyataan yang dikutip dalam konfrontasi tersebut, menuduh Partai Demokrat membiarkan kondisi fasilitas seni publik memburuk selama beberapa dekade. Pernyataan resmi menyatakan bahwa langkah-langkah yang ditempuh dimaksudkan untuk “menyelamatkan” fasilitas tersebut, sambil menuding oposisi menentang upaya yang disebut sebagai perayaan kebesaran negara.

Di sisi lain, keturunan keluarga Kennedy yang selama ini terlibat dengan Kennedy Center, termasuk Maria Shriver dan Kerry Kennedy, mengecam keputusan dewan yang dipimpin oleh Trump untuk menutup gedung selama dua tahun. Mereka menilai tindakan ini mencerminkan sikap pribadi yang tidak pantas apabila motif utama adalah untuk menempatkan nama seseorang pada bangunan publik.

Komentar Maria Shriver memuat kecaman terhadap sikap yang dianggap narsis dan bertentangan dengan nilai layanan publik yang selama ini dikaitkan dengan keluarga Kennedy. Pernyataan itu menimbulkan perdebatan luas tentang etika pengelolaan institusi budaya dan batas-batas intervensi politik dalam keputusan renovasi fasilitas publik.

Dinamika hukum turut menjadi sorotan karena putusan hakim yang memblokir pencantuman nama memicu kritik keras dan peringatan dari kubu yang menentang putusan tersebut. Ancaman retorika yang dilemparkan selama pertemuan menambah kekhawatiran mengenai potensi eskalasi konflik yang melibatkan tokoh-tokoh publik dan institusi kebudayaan nasional.

Para pengamat menilai kasus ini mencerminkan ketegangan yang lebih luas antara upaya konservasi warisan budaya dan kepentingan politik personal, serta menekankan pentingnya transparansi dan proses hukum yang kuat dalam keputusan mengenai bangunan publik yang bernilai sejarah. Isu ini diprediksi akan terus bergulir di ruang publik dan peradilan, sambil memicu diskusi tentang tata kelola institusi seni di masa depan.

Aditya Permana

Jurnalis dan analis media digital yang berfokus khusus pada pelaporan sektor ekonomi, bisnis, dan finansial. Di maret.id, ia mendedikasikan perannya untuk mengulas dinamika pasar, kebijakan fiskal, perkembangan UMKM, hingga tren ekonomi makro global dan nasional. Dengan pendekatan yang tajam dan berbasis data, Aditya berkomitmen menyajikan informasi kompleks seputar dunia keuangan ke dalam ulasan yang mendalam, objektif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button