Pasukan Darat Diperkuat Lindungi Gajah dari Karhutla

Jakarta, Maret.id — Berbagai langkah diambil untuk melindungi gajah di Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan, Sumatera Selatan, dari ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Upaya ini termasuk memperkuat pasukan darat guna mencegah api mendekati kawasan suaka.
Menteri Kehutanan, Raja Antoni, melakukan inspeksi langsung terhadap kondisi gajah di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 SM Padang Sugihan pada Kamis, 17 September 2026. Di PKG tersebut, terdapat 29 gajah yang terdiri dari 13 ekor jantan dan 16 ekor betina.
Secara keseluruhan, kondisi SM Padang Sugihan hingga saat ini dinilai relatif aman. Kawasan ini telah dilengkapi dengan sekat bakar yang dibangun oleh petugas untuk menghalangi penyebaran api. “Sejauh ini ini relatif aman, ya. Ada sekat bakar yang sudah dibuat oleh teman-teman,” tegas Raja Antoni.
Pemadaman Karhutla di sekitar kawasan dilakukan melalui berbagai metode. Pesawat water bombing dioperasikan untuk pemadaman udara, sementara pemadaman darat melibatkan gabungan personel TNI, Polri, dan Manggala Agni Kemenhut. “Gajahnya relatif masih baik, ya. Karhutla itu kita pastikan untuk terjaga dengan baik,” imbuh Raja Antoni tentang upaya penanganan yang sedang dilakukan.
Perlindungan kawasan konservasi sangat penting karena memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Menurutnya, walaupun pemadaman api sangat penting, perlindungan terhadap satwa liar juga harus menjadi prioritas. “Untuk kita berjuang memadamkan api itu penting, tapi tak kalah penting adalah memproteksi satwa liar kita,” tegasnya.
SM Padang Sugihan merupakan salah satu kantong gajah yang signifikan di Sumatera. Terdapat 29 ekor gajah jinak di kawasan ini, sementara populasi gajah liar diperkirakan sekitar 130 ekor. Dengan demikian, upaya untuk mencegah Karhutla mendekati kawasan konservasi menjadi elemen krusial dalam menjaga habitat gajah.





