Politik

Evaluasi Total Diperlukan untuk Kabinet Merah Putih

Jakarta, Maret.id — Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah menghasilkan sejumlah persoalan yang patut dievaluasi secara menyeluruh.

Pengamat politik Andi Yusran mengungkapkan beberapa indikator yang menjadi catatan negatif pemerintahan saat ini. Ia mencatat penurunan nilai tukar rupiah, meningkatnya kasus korupsi, serta lemahnya daya beli masyarakat sebagai isu utama.

“Dua tahun rezim Prabowo berkuasa, memiliki nilai plus dan minus,” kata Andi Yusran. “Nilai tukar rupiah yang semakin anjlok, korupsi yang melibatkan aparatur negara yang semakin membesar, daya beli masyarakat yang semakin lemah, ketimpangan ekonomi yang semakin menganga, deforestasi yang semakin meluas,” tutur Andi.

Ia menilai, kendati ada beberapa capaian positif di sektor pangan, hal tersebut tidak cukup menutupi berbagai persoalan yang muncul. “Prestasi minus ini tidak cukup ditutupi prestasi positif dan terbatas seperti yang telah diraih di sektor pangan,” ujarnya.

Andi Yusran mengusulkan bahwa indikator-indikator tersebut sebaiknya dijadikan referensi untuk mengevaluasi kinerja kabinet Prabowo. “Rapor ini adalah indikator yang bagus untuk dipakai sebagai dasar untuk melakukan evaluasi total terhadap kabinet,” tegasnya.

Presiden Prabowo Subianto sendiri memberi sinyal terbuka terkait kemungkinan reshuffle kabinet menjelang dua tahun pemerintahan. Dalam wawancara dengan sejumlah jurnalis di Hambalang, Prabowo menyatakan bahwa evaluasi kinerja kabinet akan dilakukan secara berkelanjutan.

Meski membuka peluang bagi perubahan dalam komposisi kabinet, Prabowo mengakui bahwa secara objektif, kinerja timnya berjalan baik hingga saat ini.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button