Konsolidasi DPD PDI Perjuangan Jatim Bahas Karhutla dan Kekeringan

Jakarta, Maret.id — Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan menjadi isu utama dalam konsolidasi internal DPD PDI Perjuangan Jawa Timur di Situbondo, pada hari Jumat.
Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana, Kesehatan Perempuan dan Anak DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Rudi Afianto, mengungkapkan bahwa kondisi geografis Situbondo berisiko tinggi terhadap bencana, terutama pada musim kemarau.
“Secara geografis Situbondo sering mengalami bencana. Yang pertama kebakaran hutan dan lahan,” tutur Rudi. Ia menegaskan bahwa hampir seluruh hutan di Situbondo rentan terhadap kebakaran saat musim kemarau.
Selain kebakaran, Rudi juga menggarisbawahi dampak kekeringan yang mempengaruhi kebutuhan dasar masyarakat dan sektor pertanian di Situbondo. “Di beberapa tempat mengalami kekeringan. Ada dua kekeringan, yakni air bersih untuk konsumsi dan untuk lahan pertanian,” ujarnya.
Kehadiran pemerintah dianggap krusial untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di daerah yang terdampak. Rudi menekankan pentingnya dukungan pemerintah bagi rumah tangga yang mengalami kesulitan dalam mendapatkan air bersih.
Ia juga mendorong kader dan struktur partai untuk aktif menyerap kondisi masyarakat agar persoalan yang muncul dapat segera disampaikan melalui saluran komunikasi yang ada. “Yang perlu jadi perhatian, pemerintah hadir bagi rumah tangga terdampak kekeringan untuk mensuplai air bersih,” sambungnya.
Lebih lanjut, Rudi mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan terhadap potensi bencana lain seperti banjir yang dapat terjadi pada musim hujan. “Kita juga harus mengantisipasi bencana banjir, karena riskan saat musim hujan,” tegasnya.
PDI Perjuangan menugaskan seluruh struktur partai untuk bekerja sama dengan pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi bencana. Rudi menekankan bahwa kader partai harus memahami persoalan yang ada dan berperan aktif dalam membangun komunikasi.
“PDI Perjuangan menugaskan seluruh struktural partai bekerja sama dengan pemerintah dan rakyat bahu-membahu mengatasi bencana,” imbuhnya.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, menyatakan bahwa konsolidasi di Situbondo bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kader terhadap persoalan lingkungan dan ancaman bencana.
“Kesiapsiagaan menjadi penting agar kader memiliki pemahaman mengenai persoalan yang dihadapi masyarakat,” jelas Deni. Ia menekankan bahwa kehadiran kader harus dirasakan secara nyata pada saat masyarakat menghadapi kesulitan.
“Partai siap hadir untuk meringankan dan membantu bagi masyarakat. Kehadiran kami bisa terus dirasakan bagi masyarakat,” ujarnya.
Deni menambahkan, komitmen ini sejalan dengan arahan Ketua Umum PDI Perjuangan agar kader selalu berada di antara rakyat dalam berbagai kondisi. “Seperti arahan Ketua Umum PDI Perjuangan, menangis dan tertawa bersama rakyat,” pungkasnya.





