Mangga Podang Lereng Wilis Dapat Sertifikat IG, Pemkab Kediri Tingkatkan Kualitas

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Kabupaten Kediri berkomitmen untuk memperkuat peremajaan dan edukasi bagi petani guna menjaga populasi serta kualitas mangga podang Lereng Wilis. Langkah ini diambil setelah komoditas hortikultura khas daerah itu meraih Sertifikat Indikasi Geografis (IG).
Peremajaan tanaman dilakukan melalui pengadaan bibit dan penguatan edukasi secara berkelanjutan. Hal ini bertujuan agar kualitas mangga podang tetap terjaga dengan baik.
Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa menegaskan bahwa edukasi kepada petani adalah bagian penting dalam mempertahankan karakteristik mangga podang. “Mendorong petani untuk tidak menggunakan booster dalam proses pematangan buah adalah salah satu cara yang kita lakukan,” tuturnya.
Dewi menyampaikan pernyataannya setelah mengikuti diskusi bertajuk “Pasti Ada Solusi” di Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Timur, Surabaya. Ia menjelaskan bahwa mangga podang banyak dibudidayakan di wilayah Kabupaten Kediri, khususnya di kawasan barat sungai.
Karakter khas mangga podang juga dipengaruhi oleh kondisi tanah di kawasan lereng Gunung Wilis. “Faktor geografis ini membuat rasa dan tekstur mangga podang unik dibandingkan dengan mangga dari daerah lain,” jelasnya.
Sertifikat IG untuk mangga podang Lereng Wilis diserahkan oleh Menteri Hukum Republik Indonesia Supratman Andi Agtas dan diterima oleh Dewi. Proses sertifikasi itu meliputi permohonan pendaftaran dan pemeriksaan substantif.
Dewi berharap bahwa penerimaan sertifikat IG akan mendorong pengembangan mangga podang melebihi peningkatan produksi. Perhatian juga harus diberikan pada penampilan produk, kemasan, dan keberlanjutan lahan.
“Pengakuan ini dapat meningkatkan produksi mangga podang dan mempercantik kemasannya, di samping bagaimana kita menjaga keberlanjutan lahan,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Kediri juga menargetkan agar penguatan kualitas dan identitas geografis dapat meningkatkan nilai jual mangga podang. Kontribusi produk khas Lereng Wilis diharapkan bisa bersaing dengan mangga yang dipasarkan di supermarket.
“Warga diharapkan dapat bersaing dengan harga mangga-mangga yang dijual di supermarket,” imbuhnya.
Kepala BRIDA Kabupaten Kediri Eko Setiyono menekankan pentingnya menjaga potensi mangga podang untuk kesejahteraan masyarakat. Ia menyerukan perlunya menjaga pohon dan lahan penghasil mangga podang secara bersama-sama.
“Kami meminta masyarakat untuk mengamankan lahan dan pohon agar kualitasnya tetap terjaga,” jelas Eko.





