PBB Desak Israel Izinkan Alat Berat, Waspada Keruntuhan Perumahan Gaza!

Jakarta, Maret.id — Badan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (OCHA) memperingatkan bahwa kondisi tempat tinggal mayoritas warga di Jalur Gaza telah memasuki tingkat kritis hingga setara bencana seiring dimulainya musim hujan pada Jumat (18/9/2026).
Kondisi hunian yang memburuk
OCHA melaporkan jutaan warga terpaksa bertahan hidup di tengah kehancuran infrastruktur yang masif dan krisis pasokan kebutuhan mendasar akibat pembatasan akses yang masih berlangsung.
Lembaga itu memperkirakan sekitar 1,2 juta orang atau 58 persen dari populasi menghadapi kondisi tempat tinggal yang berkisar dari kritis hingga bencana.
Perpindahan dan penampungan darurat
Saat hujan pertama mulai mengguyur, lembaga kemanusiaan mencatat lebih dari 65 persen keluarga yang terdata kini terpaksa menghuni tenda atau tempat penampungan darurat.
Lebih dari separuh fasilitas penampungan tersebut dikategorikan dalam kondisi buruk hingga sangat buruk, meningkatkan kerentanan penghuni terhadap cuaca, sanitasi, dan penyakit.
Dampak hujan terhadap keselamatan
Curah hujan memperburuk risiko bagi warga yang berlindung di dekat reruntuhan dan struktur rusak, berpotensi menyebabkan longsor dan runtuhan tambahan.
Pada hari yang sama, sebuah bangunan tempat tinggal yang rusak akibat konflik runtuh di Kota Gaza dan tim darurat berhasil mengevakuasi beberapa anak dengan luka ringan.
Insiden runtuhan berulang
Kejadian tersebut merupakan runtuhan kedua sepanjang pekan itu, setelah insiden pada Rabu yang menewaskan sedikitnya 21 orang termasuk 11 anak-anak.
Kekhawatiran meningkat mengenai keselamatan struktural bangunan yang tertinggal pasca-konflik dan kemampuan layanan darurat untuk merespons kecelakaan serupa.
Upaya bantuan darurat
OCHA bersama mitra kemanusiaan terus menyalurkan bantuan darurat di tengah akses yang terbatas ke wilayah yang membutuhkan.
Sepanjang pekan lalu, bantuan cepat telah menjangkau sekitar 200 rumah tangga, sementara dukungan tempat tinggal rutin disalurkan kepada hampir 6.600 keluarga.
Jenis bantuan yang disalurkan
Bantuan yang disalurkan meliputi tenda baru, terpal, peralatan dapur, lampu tenaga surya, tikar, dan selimut untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi internal.
Namun kapasitas distribusi dan ketersediaan bahan bangunan serta alat berat masih menjadi kendala utama dalam upaya pemulihan fisik jangka menengah.
Permintaan izin masuk material
Untuk mencegah korban jiwa lebih banyak akibat bangunan runtuh dan cuaca ekstrem, PBB mendesak otoritas terkait segera memberikan izin masuk bagi alat berat, bahan bangunan, serta perlengkapan perbaikan infrastruktur ke wilayah Gaza.
Tanpa akses yang cepat dan aman terhadap material dan peralatan, upaya perbaikan dan pengamanan tempat tinggal warga akan terhambat, kata OCHA.
PBB dan organisasi kemanusiaan menekankan perlunya respons terkoordinasi antara pihak-pihak terkait untuk memastikan jalur bantuan tetap terbuka dan aman.
Sumber-sumber kemanusiaan juga menyoroti pentingnya langkah-langkah pencegahan lokal serta peningkatan kapasitas tim darurat untuk mengurangi risiko pada musim hujan mendatang.
Catatan foto: Seorang anak berjalan di antara reruntuhan bangunan di Jalur Gaza, menggambarkan kondisi genting tempat tinggal warga yang terdampak konflik dan cuaca.





