Dunia

Dewan Keamanan PBB Gelar Jajak Pendapat Ketiga Kandidat Sekjen, Memanas Rivalitas Diplomatik!

Jakarta, Maret.id — Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) kembali menggelar jajak pendapat informal untuk memilih kandidat yang akan direkomendasikan sebagai Sekretaris Jenderal PBB berikutnya. Jajak pendapat tertutup tersebut merupakan putaran ketiga dalam proses yang berlangsung menjelang berakhirnya masa jabatan incumbent pada akhir tahun ini.

Prosedur jajak pendapat dan kebocoran hasil

Jajak pendapat informal merupakan mekanisme tertutup DK PBB untuk menilai kelayakan tiap calon sebelum rekomendasi resmi kepada Majelis Umum. Hasil putaran ketiga ini, yang seharusnya tidak diumumkan secara resmi, dilaporkan bocor ke publik pada Jumat, 18 September 2026.

Menurut diplomat yang mengikuti proses, setiap anggota DK biasanya menerima kertas suara untuk masing-masing kandidat dengan opsi “mendukung”, “tidak mendukung”, atau “abstain”. Kebocoran tersebut memicu perdebatan publik tentang transparansi dan integritas proses seleksi yang selama ini berjalan secara tertutup.

Hasil putaran ketiga

Dalam putaran ketiga yang bocor itu, Rebeca Grynspan, mantan Wakil Presiden Kosta Rika dan saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD), dilaporkan memperoleh dukungan tertinggi dengan sembilan suara dukungan. Calon lain yang mendapat dukungan signifikan adalah Carolyn Rodrigues-Birkett, Perwakilan Tetap Guyana untuk PBB, yang tercatat meraih delapan suara mendukung.

Kelompok advokasi yang memantau proses pencalonan mengatakan jumlah suara “tidak mendukung” terhadap kedua kandidat tersebut meningkat pada putaran ketiga. Menurut laporan tersebut, Grynspan menerima lima suara menolak sementara Rodrigues-Birkett menerima enam suara menolak.

Perbandingan dengan putaran sebelumnya

Pada putaran pertama yang digelar pada 30 Juli, Grynspan tercatat mendapat sepuluh suara mendukung sedangkan Rodrigues-Birkett mendapat sembilan suara dukungan. Namun pada putaran kedua tanggal 21 Agustus posisi kedua kandidat itu sempat bergeser ketika Rodrigues-Birkett memimpin dengan delapan suara dukungan, menggeser Grynspan yang mendapatkan tujuh suara.

Perubahan dinamika suara antar putaran menyoroti persaingan ketat di antara para kandidat dan kecenderungan anggota DK PBB untuk memodifikasi preferensi mereka seiring berjalannya proses pemeringkatan informal.

Profil singkat kandidat lain

Di antara kandidat lainnya tercatat Ivonne A-Baki, tokoh politik dan mantan pejabat Ekuador yang berpengalaman di bidang diplomasi. Michelle Bachelet, mantan Presiden Chili dan mantan Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, juga masuk daftar kandidat yang mendapat perhatian internasional.

Maria Fernanda Espinosa, yang pernah menjabat sebagai Presiden Majelis Umum PBB dan menjadi menteri luar negeri Ekuador, juga termasuk dalam kompetisi. Rafael Grossi, dari Argentina, dikenal sebagai Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) dan turut bersaing dalam proses ini.

Nama lain yang disebut-sebut adalah Olara Otunnu, diplomat Uganda dan tokoh kemanusiaan yang memiliki pengalaman panjang dalam berbagai kapasitas internasional, serta Macky Sall, mantan Presiden Senegal, yang juga mengajukan pencalonan.

Langkah berikutnya dan tenggat waktu

Setelah proses pemungutan suara informal di DK PBB rampung, dewan tersebut akan melanjutkan rangkaian konsultasi internal untuk menentukan satu atau beberapa kandidat yang akan direkomendasikan kepada Majelis Umum. Rekomendasi DK PBB biasanya menjadi dasar bagi Majelis Umum untuk memilih Sekretaris Jenderal yang baru.

Masa jabatan Sekretaris Jenderal saat ini, António Guterres, akan berakhir pada akhir tahun ini dan Sekretaris Jenderal terpilih diharapkan mulai menjabat pada 1 Januari 2027. Proses yang sedang berlangsung dipantau ketat oleh sejumlah negara anggota dan kelompok advokasi yang menyerukan seleksi yang adil, terbuka, dan inklusif.

Aditya Permana

Jurnalis dan analis media digital yang berfokus khusus pada pelaporan sektor ekonomi, bisnis, dan finansial. Di maret.id, ia mendedikasikan perannya untuk mengulas dinamika pasar, kebijakan fiskal, perkembangan UMKM, hingga tren ekonomi makro global dan nasional. Dengan pendekatan yang tajam dan berbasis data, Aditya berkomitmen menyajikan informasi kompleks seputar dunia keuangan ke dalam ulasan yang mendalam, objektif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button