Romy Soekarno Ajak Gen Z Awasi Pemilu 2029 di Jawa Timur

Jakarta, Maret.id — Anggota Komisi II DPR RI Romy Soekarno mendorong generasi Z untuk memahami pentingnya pengawasan partisipatif dalam menghadapi Pemilu 2029. Menurutnya, tantangan pengawasan pemilu akan semakin kompleks, tidak hanya di ruang fisik tetapi juga di ruang digital.
Pernyataan tersebut disampaikan Romy dalam acara Sosialisasi dan Penguatan Pengawasan Partisipatif yang diselenggarakan oleh Bawaslu RI di Puri Perdana Hotel, Kota Blitar, Sabtu (19/9/2026). Acara ini dihadiri oleh Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Timur A. Warits, Ketua Bawaslu Kota Blitar Roma Hudi Fitrianto, dan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Blitar Yudi Meira, serta ratusan peserta dari kalangan Gen Z.
Romy menekankan perlunya pendekatan yang mudah dipahami Gen Z dalam materi pengawasan pemilu. “Beberapa materi yang saya sampaikan telah diterima oleh Gen Z, sehingga mereka akan mengetahui tindakan preventif yang akan mereka hadapi pada tahun 2029,” ujar Romy.
Dia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi menghadirkan tantangan baru, seperti penyebaran hoaks dan penggunaan kecerdasan buatan (AI). Romy juga menyoroti potensi modus baru dalam praktik politik uang. “Bawaslu di tahun 2029 harus mengawasi bukan hanya fisik, tetapi juga teknologi,” jelasnya.
Literasi dan kesadaran pemilih di kalangan generasi muda menjadi krusial dalam konteks ini. Romy mengajak generasi muda untuk menanamkan “jiwa merdeka” yang merupakan ajaran Bung Karno. “Dengan jiwa merdeka ini, negara ini akan selamat dari kultur money politik yang sangat berat,” tegas Romy.
Sebagai kelompok yang akrab dengan teknologi, Gen Z menjadi target penting dalam sosialisasi ini. “Indonesia sekarang sedang menuju era digital, dan pada tahun 2029 Gen Z akan mencapai 62 persen dari total pemilih,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Jawa Timur A. Warits menekankan pentingnya pengawasan partisipatif di seluruh wilayah Jawa Timur. Ia mencatat bahwa kemajuan teknologi digital memperluas cakupan pengawasan pemilu, sementara sumber daya untuk pengawas tetap terbatas. “Kami sedang mendorong agar pengawasan partisipatif tumbuh di seluruh Wilayah Jawa Timur,” ujar Warits.
Warits menambahkan bahwa kolaborasi antara Bawaslu RI dan Romy Soekarno merupakan bagian dari sinergi dalam sosialisasi pengawasan Pemilu. Untuk meningkatkan pengawasan partisipatif, Bawaslu Jatim juga akan menyediakan program literasi politik bagi masyarakat. “Kami tengah menyiapkan modul agar masyarakat memiliki literasi politik yang cukup,” pungkasnya.





