Politik

Rapimgab Fokus pada Kegiatan Berbasis Masyarakat di 2023

Jakarta, Maret.id — Rapat gabungan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta menghadirkan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah, para ketua fraksi, dan jajaran sekretariat dewan.

Diskusi dalam rapat berfokus pada penyusunan program dan kegiatan DPRD untuk tahun 2027. “Ada sejumlah usulan yang disampaikan oleh para pimpinan, terutama berkaitan dengan bagaimana mengoptimalkan kegiatan-kegiatan dewan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” kata Suhud, Ketua DPRD DKI Jakarta.

Agenda yang menjadi perhatian utama meliputi pelaksanaan reses, tindak lanjut hasil reses, dan pengawasan peraturan daerah (Perda). “Selain itu, ada juga usulan untuk mengoptimalkan peran anggota dewan agar semakin intens berinteraksi dengan masyarakat,” imbuh Suhud.

Suhud berharap rangkaian kegiatan yang disusun dapat membuat kerja DPRD semakin terarah. “Dampaknya harus terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya. Ia menyebut seluruh usulan akan diakumulasi menjadi program kegiatan tahun 2027.

Rancangan pelaksanaan reses dialokasikan selama 24 hari dalam tiga kali kegiatan. Sebagian peserta rapat mengusulkan pengurangan alokasi tersebut, mengingat padatnya agenda DPRD. Namun, ada juga yang ingin mempertahankan alokasi reses agar anggota dewan dapat menyerap aspirasi masyarakat. “Ada juga yang menyampaikan jumlah tersebut sudah sesuai dengan ketentuan Kementerian Dalam Negeri,” ujar Suhud.

Ia menegaskan bahwa usulan pengurangan alokasi hari reses bukan untuk memangkas kegiatan anggota dewan di tengah masyarakat. “Waktu yang tersedia dapat dialihkan untuk kegiatan lain yang berkaitan dengan pelayanan dan sosialisasi kepada masyarakat,” kata Suhud.

Salah satu alternatif kegiatan yang diusulkan adalah sosialisasi “Jaga Jakarta” melalui pendekatan budaya. Semua masukan akan diformulasikan oleh sekretariat dewan sebelum ditetapkan dalam format kegiatan yang lebih rinci. “Nanti akan kita putuskan format bakunya seperti apa,” sambung Suhud.

Kemudian, rapat juga membahas usulan mengenai Rumah Aspirasi. Gagasan ini membutuhkan kajian lebih lanjut, mengingat terdapat perbedaan pandangan mengenai efektivitas kegiatan dan kebutuhan anggaran. “Dalam pembahasan tadi juga ada yang setuju dan ada yang tidak setuju,” ungkap Suhud.

Keterbatasan anggaran membuat DPRD harus selektif dalam menyusun program baru. “Konsep Rumah Aspirasi masih akan dikaji untuk memastikan manfaatnya sebanding dengan kebutuhan anggaran,” tegas Suhud.

Sekretaris DPRD DKI Jakarta, Augustinus, memaparkan rancangan agenda kerja DPRD 2027. Akumulasi alokasi waktu dari berbagai agenda DPRD mencapai 375 hari kegiatan. Ini mencakup rapat kerja Alat Kelengkapan Dewan (AKD), kunjungan kerja, reses, dan kegiatan lainnya.

Sekretariat DPRD akan menyesuaikan jadwal agar seluruh kegiatan terlaksana secara efektif. Hasil pembahasan rapat gabungan ini akan dibawa ke rapat paripurna untuk mendapatkan persetujuan umum. “Bentuk kegiatannya mungkin masih akan kita elaborasi lebih dalam lagi,” pungkas Suhud.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button