Politik

Prabowo: Pentingnya Kata

Jakarta, Maret.id — Pengamat politik Andi Yusran menilai Presiden Prabowo Subianto perlu memperbaiki cara bertutur di ruang publik. Hal ini menyusul pernyataannya yang menyebut sebagian pakar “saking pintarnya jadi goblok” dalam peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) pada Jumat, 18 September 2026.

Andi menjelaskan bahwa sebagai Presiden, Prabowo bukan hanya menjalankan fungsi sebagai kepala pemerintahan, tetapi juga sebagai kepala negara. “Prabowo mesti memperbaiki diri dalam bertutur, karena ia adalah kepala negara, tidak sekadar sebagai kepala pemerintahan,” kata Andi kepada RMOL, Selasa, 22 September 2026.

Ia menambahkan bahwa posisi kepala negara memiliki simbol dan wibawa tersendiri. Oleh karena itu, komunikasi yang disampaikan kepada publik idealnya tetap terukur, bahkan saat merespons kritik atau pandangan yang berbeda. “Kepala negara adalah mahkota, semestinya berlaku sopan, lemah lembut dan senantiasa dingin,” ujar Andi.

Sebelumnya, Prabowo juga menyinggung sejumlah pakar yang ia nilai menggunakan kepakaran untuk menyampaikan tudingan yang dikategorikannya sebagai fitnah. Dalam pidatonya, Prabowo menekankan pentingnya kejujuran intelektual.

Pernyataan “saking pintarnya jadi goblok” kemudian menjadi sorotan publik karena disampaikan langsung dalam forum publik dan tersebar luas di media sosial.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button