FSAT Didorong Tingkatkan Diplomasi Parlemen untuk Masyarakat

Jakarta, Maret.id — Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta, Fahira Idris, mendorong penguatan lima aspek dalam pengembangan Kerangka Konseptual Forum Senat Asia Tenggara (FSAT). Hal ini bertujuan agar forum tersebut dapat memberikan nilai tambah dalam diplomasi parlemen kawasan dan mengintegrasikan kepentingan daerah ke dalam agenda regional.
“FSAT harus punya nilai tambah yang jelas. Jangan sampai hanya menjadi forum baru yang menambah kalender pertemuan,” tegas Fahira di Batam, Kepulauan Riau, pada 24 September 2026.
Dia menjelaskan bahwa diplomasi parlemen sangat penting selama pembangunan daerah semakin berkaitan dengan dinamika lintas negara. Hal ini mencakup aspek perdagangan, investasi, pariwisata, pendidikan, budaya, kemaritiman, konektivitas, hingga kawasan perbatasan.
Fahira menggarisbawahi keunikan DPD RI yang membawa representasi daerah. Ini memungkinkan perspektif lokal berkontribusi dalam kerja sama regional. “Kepulauan Riau menjadi lokasi yang relevan untuk menguji konsep tersebut,” sambungnya.
Fahira menambahkan bahwa posisi geografis Kepulauan Riau yang dekat dengan Singapura dan Malaysia serta pengalaman kerja sama lintas batas menunjukkan bahwa persoalan pembangunan daerah seringkali memiliki dimensi regional.
Namun, dia juga memperingatkan bahwa ASEAN sudah memiliki ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) sebagai wadah kerja sama parlemen nasional. “AIPA sudah memiliki peran yang kuat, FSAT hadir bukan untuk menggantikannya,” kata Fahira.
Fahira menekankan pentingnya menemukan kekhasan FSAT di area yang belum banyak disentuh, terutama dalam merepresentasikan wilayah dan mengartikulasikan kepentingan daerah dalam diplomasi parlemen.
“Ukuran keberhasilan FSAT nantinya bukan seberapa sering pertemuan dilakukan atau seberapa luas jejaring yang terbentuk. Ukurannya adalah seberapa baik forum ini mampu menghubungkan diplomasi parlemen dengan kebutuhan konkret masyarakat dan daerah di Asia Tenggara,” imbuhnya.





