Politik

PDI Perjuangan Jatim Berduka atas Wafatnya Guruh Soekarnoputra

Jakarta, Maret.id — PDI Perjuangan Jawa Timur menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra, putra bungsu Proklamator Kemerdekaan RI Soekarno dan Fatmawati. Guruh dikenang sebagai sosok yang memiliki perjalanan panjang di dunia politik serta memberi kontribusi penting bagi perkembangan seni dan kebudayaan Indonesia.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Deni Wicaksono menyatakan, kontribusi Guruh di bidang politik dan kebudayaan tidak terpisahkan dari perjalanan hidupnya. “Beliau adalah figur teladan yang tidak hanya melanjutkan api perjuangan Bung Karno di panggung politik, tetapi juga mendedikasikan hidupnya untuk merawat kebudayaan bangsa,” kata Deni.

Guruh Soekarnoputra sebelumnya dikenal sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur I, yang mencakup Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo. Pada Pemilu 2019, dia berpindah ke Dapil Jawa Timur VI, yang meliputi Kabupaten dan Kota Blitar, Kabupaten dan Kota Kediri, serta Kabupaten Tulungagung, untuk periode 2019-2024.

Profil resmi DPR mencatat bahwa Guruh memiliki pengalaman panjang sebagai legislator, terpilih dari Jatim VI pada periode 1999-2004 dan 2004-2009, serta mewakili Jatim I pada 2009-2014 dan 2014-2019. Deni menambahkan, perjalanan Guruh di parlemen mencerminkan dedikasinya kepada masyarakat.

“Bangsa ini kehilangan salah satu putra terbaiknya yang memiliki komitmen utuh terhadap cita-cita kebangsaan,” ujar Deni. Dia menekankan bahwa pengabdian Guruh di DPR RI dan berbagai kegiatan sosial merupakan bukti nyata dedikasinya untuk masyarakat.

Di luar dunia politik, Guruh dikenal sebagai seniman yang mengembangkan bakatnya sejak muda. Ia melahirkan sejumlah karya melalui Swara Maharddhika, GSP Production, serta kolaborasi musik eksperimental Guruh Gipsy. Karya-karya ini, termasuk album Guruh Gipsy (1976), Zamrud Khatulistiwa, Renjana, dan Melati Suci, turut mewarnai perjalanan musik dan seni Indonesia.

Deni menegaskan bahwa warisan seni Guruh akan selalu dikenang. “Karya-karya seni beliau adalah warisan abadi yang memperkaya khazanah budaya Nusantara dan menginspirasi lintas generasi,” tutur Deni.

Guruh Soekarnoputra lahir di Jakarta pada 13 Januari 1953. Dia dikenal tidak hanya sebagai anggota DPR RI dari PDI dan PDI Perjuangan tetapi juga sebagai seniman yang memperkaya khazanah seni Indonesia.

Guruh meninggal dunia pada Sabtu, 26 September 2026, pukul 04.16 WIB di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, dalam usia 73 tahun.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button