Politik

PDIP Kritik Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli, Bukan KTA PSI

Jakarta, Maret.id — Sikap mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memperlihatkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam Rakorda Jawa Barat menuai beragam reaksi di kalangan politik.

Politikus PDI Perjuangan (PDIP), Mohammad Guntur Romli, menyatakan keheranannya terhadap tindakan Jokowi tersebut. “Sebagai mantan Presiden, seharusnya Jokowi menunjukkan ijazah asli S1 UGM agar bisa meredakan kegaduhan di publik,” sambung Guntur.

Guntur juga menyoroti bahwa Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, selaku putra sulung Jokowi seharusnya menunjukkan ijazah kelulusan SMA yang saat ini sedang digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). “Diminta untuk menunjukkan ijazah agar tidak semakin gaduh, kok malah menunjukkan KTA,” tegas Guntur.

Dalam acara tersebut, Jokowi mengungkapkan bahwa ia resmi menjadi anggota PSI sejak 14 Oktober 2025. Ia menampilkan KTA tersebut saat menghadiri Rakorda PSI di Bandung pada 26 September 2026. “Saya sudah masuk menjadi keluarga besar PSI itu sudah 14 Oktober 2025. Banyak yang enggak percaya. Saya kasih kartu anggota saya,” ujar Jokowi.

Ia menjelaskan bahwa keputusan untuk mengumumkan keanggotaannya membutuhkan momentum yang tepat, seperti saat bertemu kader PSI di Bandung dan Kabupaten Bekasi. “Politik ini kan momentum, momentumnya pas kan ya saya tunjukkan sekarang,” imbuh Jokowi.

Pernyataan-pernyataan ini menunjukkan bagaimana langkah Jokowi menarik perhatian publik di tengah dinamika politik menjelang pemilu mendatang. Keputusan untuk bergabung dengan PSI juga menimbulkan spekulasi mengenai arah dukungan politiknya di masa depan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button