Debit Sumber Air Menurun, 500 Warga Selorejo Dapat Bantuan Bersih

Jakarta, Maret.id — Sekitar 500 warga Dusun Selorejo, Desa Surat, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, menghadapi kesulitan dalam memperoleh air bersih akibat berkurangnya debit sumber air.
Menanggapi situasi ini, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri untuk segera memberikan bantuan.
Pemkab Kediri telah menyalurkan empat tandon air dengan kapasitas masing-masing 1.200 liter serta melakukan tiga kali dropping air bersih dengan total volume mencapai 15.000 liter.
“Kita harus hadir dalam mencukupi kebutuhan dasar masyarakat, termasuk persoalan air seperti yang terjadi di Desa Surat,” kata Bupati yang akrab disapa Mas Dhito.
Sebagai seorang politisi dari PDI Perjuangan, Mas Dhito menjelaskan bahwa kondisi historis dan penurunan debit air menjadi alasan Pemkab Kediri melakukan mitigasi terlebih dahulu. Hal ini bertujuan untuk mengurangi dampak kekurangan air pada masyarakat.
BPBD Kabupaten Kediri juga memetakan daerah lain yang berpotensi mengalami kekeringan, di antaranya Desa Ponggok dan Ngetrep di Kecamatan Mojo, serta Desa Kalipang di Kecamatan Grogol.
Potensi kekeringan terlihat jelas di wilayah timur Sungai Brantas, termasuk Desa Sempu dan Babadan di Kecamatan Ngancar serta Desa Wonorejo Trisulo dan Sepawon di Kecamatan Plosoklaten.
BPBD terus melakukan pemantauan intensif terhadap daerah-daerah tersebut sebagai langkah mitigasi. Monitoring dilakukan untuk memastikan penanganan dapat disiapkan sesuai perkembangan di lapangan.
Pemkab Kediri menegaskan bahwa penanganan kekurangan air dilaksanakan secara bertahap, mempertimbangkan kondisi masing-masing wilayah serta kebutuhan masyarakat.
Masyarakat pun diimbau untuk aktif memantau kondisi lingkungan dan segera berkoordinasi dengan pemerintah desa bila mengalami kesulitan dalam memperoleh air bersih.
Jika kekeringan berlangsung lama, warga disarankan untuk melaporkan kepada pemerintah desa agar informasi dapat diteruskan kepada BPBD Kabupaten Kediri. Hal ini memungkinkan distribusi bantuan air bersih dilakukan sesuai kebutuhan dan urgensi wilayah masing-masing.





