Jokowi dan Gibran Hadapi Serangan Politik di Pemilu 2024

Jakarta, Maret.id — Bergabungnya Joko Widodo ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) belum tentu dapat meningkatkan dukungan elektoral partai yang dipimpin Kaesang Pangarep.
Menurut analisis politik dari Hendri Satrio, masih banyak faktor politik lain yang harus dipertimbangkan. “PSI pasti akan diuntungkan dengan itu, tapi apakah kemudian PSI bisa melonjak dengan hadirnya Jokowi? Ya, kita mesti ada hitung-hitungan politik lain,” kata Hensa, Rabu, 30 September 2026.
Hensa menghubungkan langkah politik Jokowi dengan isu-isu yang melibatkan dirinya dan putranya, Gibran Rakabuming Raka, yang kini menjabat sebagai Wakil Presiden RI. Ia menilai situasi ini bisa menimbulkan pertanyaan tentang hubungan Jokowi dengan kekuatan politik di sekitarnya.
“Kok bergulir ya kasus ini? Kok enggak ditahan ya? Kok double attack ya? ‘Ke saya juga, ke anak saya juga. Kok didiamkan ya? Kok gue enggak dibelain ya?’ Dia diserang, merasa diserang menurut saya,” ujar Hensa.
Hensa juga menegaskan bahwa langkah Jokowi bergabung dengan PSI belum berarti dia sedang memutuskan hubungan dengan Presiden Prabowo Subianto. “Belum saatnya Jokowi dan Prabowo bermusuhan. Tapi dengan adanya isu threshold kemarin, kemudian MK tentang Gibran, saya rasa dia mulai menyadari,” imbuh Hensa.





