IRGC Serukan Warga AS Ganti Pemerintahan Trump, Ketegangan Memanas!

Jakarta, Maret.id — Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) merilis surat terbuka yang menyerukan warga Amerika Serikat untuk mengambil tindakan politik terhadap pemerintahan mantan Presiden AS Donald Trump.
Surat itu, yang diumumkan pada Selasa, meminta warga untuk “bangun” dan “merebut kembali kendali dari politisi korup” menurut redaksi IRGC.
Isi surat terbuka
Dalam surat tersebut IRGC menuduh pemerintahan Trump menyesatkan publik Amerika mengenai perang, program nuklir Iran, dan situasi di Selat Hormuz.
Kelompok itu juga menuduh Amerika Serikat dan Israel menggunakan ribuan bom dan rudal terhadap target yang disebutnya kurang signifikan, namun gagal mencapai tujuan yang dinyatakan pihak barat.
IRGC menyatakan bahwa selain merusak beberapa fasilitas terkait industri nuklir Iran dan instalasi pertahanan tertentu, serangan tersebut tidak berhasil memenuhi tujuan strategis yang diklaim.
Dalam dokumen yang sama, IRGC mengklaim bahwa Iran memenangkan konfrontasi tersebut karena Washington gagal membatasi program nuklir Teheran maupun mencapai sasaran lain.
Tuduhan terhadap Donald Trump
Juru bicara IRGC, Hossein Mohebbi, menegaskan dalam konferensi pers bahwa mantan Presiden Donald Trump adalah “pembohong ulung” yang menyampaikan apa yang disebutnya “kebohongan besar” kepada rakyat Amerika selama masa jabatannya.
Mohebbi menyatakan keyakinannya bahwa jika warga Amerika menyadari informasi tersebut, mereka akan menekan pemerintahan mereka untuk bertindak berbeda.
Mohebbi juga menegaskan klaim Iran bahwa negara itu tidak berupaya mengembangkan senjata nuklir, sebagai bantahan terhadap alasan yang berulang kali dikemukakan Washington.
Ia menambahkan bahwa lawan mengetahui bahwa Iran tidak mengejar senjata nuklir sebagai tujuan kebijakan resmi.
Isu Selat Hormuz dan data ekspor
Terkait Selat Hormuz, Mohebbi membantah klaim Amerika Serikat yang menilai jalur tersebut sudah terbuka sepenuhnya untuk pelayaran komersial.
Ia menyatakan bahwa keberhasilan terbatas beberapa kapal kecil melintasi selat malam hari tidak berarti jalur itu benar-benar aman dan terbuka.
Data komersial yang dipublikasikan pihak ketiga mencatat peningkatan ekspor minyak melalui Selat Hormuz, dengan rata-rata sekitar 13,2 juta barel per hari dalam sepekan terakhir.
Angka itu diperkirakan sekitar 77 persen dari tingkat ekspor sebelum konflik, menunjukkan pemulihan namun belum sepenuhnya kembali seperti semula.
Pesan politik dan waktu rilis
Surat terbuka IRGC disebarkan sekitar lima minggu sebelum pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat, dan kelompok itu menilai momen tersebut sebagai waktu yang strategis karena sistem politik AS sedang dalam titik rentan.
Dalam penjelasannya, IRGC juga mencoba membedakan antara pemerintah Amerika dan masyarakatnya, mengatakan bahwa slogan “Kematian bagi Amerika” ditujukan kepada elit politik, bukan warga biasa.
IRGC menegaskan bahwa frasa itu merupakan “doa untuk pemberantasan elit penguasa” yang menurut mereka berpusat di Gedung Putih, dan bukan permusuhan terhadap rakyat Amerika.
Sementara itu, mantan Presiden Trump sebelumnya berulang kali menyatakan bahwa Iran “kalah telak” dan menolak proposal Teheran untuk membuka kembali akses Selat Hormuz sebagai “tidak dapat diterima.





