Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi di Era Digital

Jakarta, Maret.id — Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI) berkomitmen untuk menjadikan kampus sebagai ruang inovasi demokrasi. Hal ini disampaikan dalam acara Bawaslu Campus Connect bertajuk “Generasi Digital Demokrasi Transparan” di Universitas Indonesia (UI) pada Rabu, 30 September 2026.
Puadi, Anggota Bawaslu RI, membuka acara tersebut dengan menekankan pentingnya peran mahasiswa. Dia berharap mahasiswa tidak sekadar menjadi konsumen informasi, melainkan juga sebagai produsen informasi terkait isu kepemiluan dan demokrasi. “Kami ingin civitas akademik, mahasiswa, untuk bisa menjadi produsen informasi,” tutur Puadi.
Menurutnya, tantangan pengawasan pemilu di era digital memerlukan kolaborasi dengan berbagai elemen. Ancaman hoaks dan disinformasi yang berkembang melalui teknologi, termasuk kecerdasan buatan, menjadi perhatian utama. “Memasuki tahapan Pemilu 2029, ada beberapa konsen kami yang menjadi catatan ke depannya agar catatan dan fokus konsen ini menjadi perhatian civitas akademik,” sambungnya.
Puadi menegaskan bahwa Bawaslu tidak dapat menjalankan tugasnya sendirian. Dia menyebutkan pentingnya kerjasama dengan civitas akademik, terutama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI. “Ini menjadi sebuah keniscayaan ketika kami berkolaborasi dengan civitas akademik Universitas Indonesia,” imbuhnya.
Dia berharap acara ini akan menciptakan sinergi dalam menghadapi Pemilu 2029. “Kami harus memperhatikan lima hal dalam perkembangan demokrasi digital,” jelas Puadi.
Lima hal tersebut meliputi peningkatan regulasi digital, penguatan sumber daya manusia (SDM) untuk pengawasan berbasis digital, serta optimalisasi pemanfaatan kecerdasan buatan. “Sehingga berharap ke depannya kegiatan ini menjadi satu laboratorium demokrasi, yakni bagaimana mahasiswa melakukan penelitian, mahasiswa bisa menguji sebuah kebijakan,” tutupnya.





